Kodim Kupang Gelar TMMD di Dua Desa di Amfoang Timur

0
161
Foto: Anggota TNI sedang beristirahat setelah melakukan kegiatan bhakti bersama masyarakat setempat

NTTsatu.com – KUPANG – Komando Distrik Militer (Kodim) 1604/Kupang sedang melaksanakan Program Tentara Manunggal Membangun Desa atau TMMD ke – 99 Tahun Anggaran 2017 sejak Selasa lalu (04/07)  berlokasi di Desa Netemnanu Selatan dan Desa Kifu, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang.

Lokasi TMMD yang berada di wilayah perbatasan RI-RDTL yang membutuhkan sentuhan pembangunan untuk memberdayakan kehidupan masyarakat setempat. Ada sasaran fisik berupa pembanguan infrastruktur, ada juga berupa sasaran non fisik dalam bentuk berbagai penyuluhan untuk menambah wawasan masyarakat.

Namun dari semua hal tersebut ada hal yang menarik yang dilakukan oleh Satgas TMMD Kodim 1604/Kupang dengan masyarakat setempat. Seluruh personel TMMD tidur di rumah-rumah penduduk termasuk logistik dapur ataupun memasak makanan dilakukan oleh masyarakat.

“Ini sebagai bentuk kebersamaan kita dengan masyarakat dan tidak setiap saat kita memiliki momen seperti makan bersama berbaur penuh kekeluargaan, ” kata Dandim 1604/Kupang, Letkol (Inf) Endarwan Yansori, Minggu. 09 Juli 2017  melalui pesan WA-nya.

Foto: Anggota TNI sedang menyediakan makan siang bersama

Komandan Kodim 1604/Kupang selaku Dansatgas beserta anggota dan warga masyarakat melaksanakan makan siang bersama.

Selepas lelah bergotong royong dalam pekerjaaan fisik pada kegiatan TMMD ke 99 di wilayah perbatasan Kodim 1604/Kupang, Dansatgas beserta anggota dan warga masyarakat makan siang bersama di lokasi TMMD.

“Kegiatan makan siang bersama ini rutin dilaksanakan setiap hari, selain masak dan makan bersama dengan pemilik rumah dimana Prajurit TNI tinggal di rumah-rumah masyarakat,” ungkap Dandim.

Lebih lanjut dikatakan kegiatan ini sebagai salah satu wujud kebersamaan antara personel Satgas dengan seluruh warga masyarakat.

Sebagian anggota Satgas juga membantu masak bersama sama dengan mama-mama dan nona-nona di desa.

“Makan bersama bisa menjadi salah satu simbol kemanunggalan TNI dengan rakyat. Hendaknya semua lapisan masyarakat menyadari bahwa TNI tidak bisa dipisahkan dari rakyat karena inti kekuatan pertahanan kita terletak pada kemanunggalan TNI dengan rakyat,” sebut Dandim. (Krm/ambu)

Komentar ANDA?