Kominfo Gelar Diskusi Publik Tentang ITE dan Media Sosial

0
196
Foto: Persiapan Seminar Pahami ITE, Bihak Menangkal Hoax di Kampus Universitas Muhammadiyah Maumere

NTTsatu.com – MAUMERE – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI merespons rencana menggelar dialog publik dan bedah film di Maumere, Kamis-Jumat (13-14/10) terkait informasi dan transaksi elektronik (ITE) dan media sosial. Kominfo menggandeng anggota Komisi I DPR RI Andreas Hugo Parera dari Fraksi PDI Perjuangan.

Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari di dua tempat berbeda. Pada Kamis (13/10) digelar dialog publik yang berlangsung di Kampus Universitas Muhammadiyah Maumere Jalan Soedirman Kelurahan Waioti. Selanjutnya pada Jumat (14/10) dengan agenda lain yakni nonton bareng dan bedah film yang berlangsung di Hotel Sylvia Maumere. Seluruh kegiatan ini difasilitasi Choin Entertaint, sebuah event organizer yang ada di Kota Maumere.

Hendi Wijaya, Perwakilan Kementerian Kominfo RI menjelaskan Kementerian Kominfo sudah beberapa kali bekerjasama dengan anggota DPR RI dalam rangka memberikan sosialisasai dan pemahaman kepada masyarakat  menyangkut kebhinekaan, pancasila dan lain-lain.

Kegiatan semacam ini, merupakan bagian dari kerja sama antara pemerintah dan DPR, terkait program-program capaian pemerintahan Jokowi-JK.

“Untuk kali ini kami bekerjasama dengan anggota DPR RI Komisi I dari daerah Pemilihan NTT Andreas Hugo Parera. Dan beliau memilih Maumere sebagai tempat pelaksanaan kegiatan. Selain kebhinekaan, pancasila, juga ada tema sosial media sosial,” ujar Hendi Wijaya.

Diskusi publik akan mengambil tema “Pahami ITE, Bijak Menangkal Hoax”. Tema ini sengaja diangkat, karena melihat perkembangan teknologi saat ini yang sudah sangat signifikan. Media sosial sudah mejadi sarana komunikasi yang begitu luas dan terbuka, bahkan sulit terbendung.

Sasaran dan target dari diskusi publik yakni generasi muda, yang sejak jauh-jauh hari harus sudah diberikan pemahaman tentang kebhinekaan dan pancasila, dan kemudian dikaitkan dengan pemanfaatan media sosial secara bijak dan lebih tepat.

“Kami harapkan dengan dialog publik generasi muda bisa memahami secara baik tentang kebhinekaan dan pancasila, termasuk menggunakan media sosial secara bijak. Nanti akan ada penyampaian tentang seberapa jauh penerapan UU ITE, dan kami berharap generasi muda bisa memahaminya,” urai dia.

Selain Andreas Hugo Parera yang lazim disapa AHP, pembicara pada dialog publik ini adalah Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Media Sosial  Kememnterian Kominfo RI Gun Gun Siswadi, dan salah seorang akademisi dari Universitas Muhammadiyah Maumere. (vic)

Komentar ANDA?