Komisi 3 DPR RI Minta Kejati Lidik Dinkes NTT, PU dan P dan K

0
182

KUPANG. NTTsatu.com – Wakil Ketua Komisi 3 DPR RI, Benny K. Harman meminta kepada Kejati NTT untuk melakukan penyelidikan pada Dinas Kesehatan (Dinkes) NTT. Pasalnya, diduga kuat di Dinskes NTT syarat korupsi.

Ketua Komisi 3 DPR RI, Beni K Harman yang melakukan Kunjungan kerja (Kunker) ke Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), Rabu (29/7), mengagtakan, dana untuk Dinkes NTT sangatlah besar dari pusat bahkan dana dari daerah pun sangatlah besar. Sehingga tidaklah mungkin tidak terjadi dugaan korupsi dalam program kesehatan di NTT.

“Dalam pertemuan bahas soal kinerja Kejati NTT, saya minta Kejati NTT untuk coba melakukan penyilidikan di Dinas Kesehatan (Dinkes) NTT. Dugaan kuat ada korupsi di instansi itu, “ kata Beni.

Selain Dinkes NTT, lanjut Beni, dirinya selaku Wakl Ketua Komisi 3 DPR RI juga meminta pihak Kejati NTT untuk melakukan penyilidikan pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (PPO) NTT. Karena dana yang berasal dari APBN banyak tersalur ke NTT khusus untuk Dinas PPO NTT.

“Selain Dinas Kesehatan NTT, Kami juga minta Kejati NTT lakukan penyilidikan pada Dinas PPO NTT. Karena APBN banyak disalurkan di Dinas tersebut, “ ungkap Beni.

Selain dua Dinas tersebut, Beni juga menambahkan agar Kejati NTT juga melakukan Penyilidikan di Dinas Pekerjaan Umum (PU) NTT. Pasalnya, anggaran untuk Dinas PU NTT sejak 5 tahun terakhir mencapai Rp 3 Triliun.

Ditegaskan Beni, pada Dinas PU NTT banyak proyek yang dilaksanakan seperti proyek jembatan dan jalan. Tidaklah mungkin proyek yang dikerjakan Dinas PU NTT tidak terjadi masalah. Untuk itu, Kejati NTT segeralah lakukan penyilidikan atas tiga dinas tersebut.

Herman Heri salah satu anggota Komisi 3 DPR RI yang ikut dalam rombongan Komisi 3 DPR RI itu dalam kesempatan terpisah menambahkan, tidaklah mungkin seluruh instansi di Pemrpov NTT bersih dari korupsi. Dirinya merasa yakin bahwa ada pekerjaan yang terjadi korupsi.

“Saya juga minta Kejati NTT segera periksa seluruh proyek yang ada di NTT yang ditangani oleh pemerintah provinsi. Tidaklah mungkin kalau tidak ada masalah. Pasti ada masalah. Jangan hanya Kabupaten saja yang diobrak abrik Kejati, “ kata Herman Heri. (iki)

=====

Foto: Waki Ketua Komisi 3 DPR RI, Beni K Harman

Komentar ANDA?