KOMPAK NTT Harus Kritis dan Independen

0
153

Kompak NTT Harus Kritis dan Independen

KUPANG. NTTsatu – Komunitas Masyarakat Pejuang Keadilan (KOMPAK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) harus bersikap kritis terhadap aneka kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat dan selalu berjuang dengan menjaga independensinya.

“Kita yang tergabung dalam wadah KOMPAK NTT ini terpanggil untuk bersikap pro aktif untuk mengkritisi berbagai kebijakan Pemerintah yang diilai tidak memihak kepada kepentingan rakyat. Kita hadir untuk menjembatani kepentingan rakyat yang sering tersumbat,” kata ketua KOMPAK NTT, Thomas Marthen Nengo.

Penegasan itu disampaikannya ketika melakukan restrukturisasi Kepengurusan KOMPAK NTT antar waktu periode 2011 2016 di Kupang, Sabtu, 11 April 2015. Hadir dalam pertemuan itu antara lain pendiri KOMPAK NTT antara lain, Abdul Gafur, Simon Foeh dan Ruben Ishak Sooai serta penasehat KOMPAK NTT, Petrus Ulin.

Thomas Nengo yang juga salah satu pendiri KOMPAK NTT didampingi Sekretaris Kompak NTT, Husen P, Lanan mengatakan, KOMPAK NTT sudah mendapat pengesahan dari Kesbangpol Linmas NTT. Dan ini menjadi sebuah awal bangkitnya komunitas yang memiliki kepedulian terhadap daerah ini.

“Spirit Kompak berjuang bersama untuk kepentingan masyarakat. Menyuarakan kepentingan masyarakat. Dan hafrus diingat dengan baik bahwa Roh Kompak adalah memperjuangkan kepentingan rakyat di daerah ini,” katanya.

Simon Foeh yang juga pendiri menambahkan Kompak harus bisa mengontol kinerja pemerintah terkait kebijakan-kebijakan yang tidak pro rakyat. Jika ditemukan adanya kebijakan pemerintah yang tidak pro kepentingan rakyat, Kompak harus hadir terdepan untuk menyuarakannya dengan lantang dan tegas.

“Hal ini bisa mungkin terjadi jika kita tepat bersikap, berperilaku dan bertindak independe. Kita harus membebaskan diri dari intervensi berbagai pihak terhadap perjuangan kita ini,” pintanya.

Sementara Penasehat KOMPAK Petrus Ulin mengakui, perjuangan Kompak memang berjalan seret selama ini karena masalah dana. Keterbatasan bahkan ketiadaan dana itulah yang membuat roda organisasi ini tidak berjalan maksimal untuk memperrjuangkan semangat dan spirit Kompak.

“Kita harus jujur, kalau tidak ada dana, perjuangan dengan tujuan yang bagus sekalipun tidak akan pernah terwujud. Bagaimana menugaskan orang Kompak tanpa dibekali dana. Karena itu kedepannya harus dipikirkan bagaimana menggali dana untuk perjalanan organisasi ini,” katanya.

Dalam draf Kepengurusan antar waktu periode 2011 2016 itu tercatat, Pelindung Kompang NTT, Gubernur NTT. Penasehatnya: Piet Ulin dan Yohanes Hayong.
Ketua Umum, Thomas M. Nengo, dan sekretaris Umum Husen P. Lanan serta
Bendahar Sitti Salma Syaban. Ketua umum akan dibantu oleh dua ketua dan Sekretaris Umum juga akan dibantu dua sekretaris serta Bendahara akan dibantu oleh satu orang wakil Bendahara.

Ada beberapa biro yang dibutuhkan yakni Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia, Biro hukum dan HAM, Biro Ekonomi dan Keuangan, Biro Humas dan Dokumentasi serta Biro Kesejahteraan Rakyat.

Selanjutnya struktur itu akan diisi secara lengkap oleh tim formatur yang diketuai langsung oleh ketua Umum Tomas M. Nengo dibantu sekretaris Umum Husen P. Lanan. (bop)

Komentar ANDA?