Konteiner Keluar Tenau Hanya Bermuatan 20 Persen

0
147
Foto : Gubernur bersama Anggota DPRD dan Dirut PT Pelindo III sedang memencet Tombol, pertanda RTG sudah dapat dioperasikan.

KUPANG. NTTsatu.com – Direktur Utama PT Pelindo III Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Orias Petrus Moedak menegaskan, tantangan berat untuk semua pihak di Kupang, adalah bagaimana mengisi konteiner-konteiner yang keluar dari Pelabuhan Tenau Kupang yang selama ini hanya bermuatan 20 persen saja.

“Ini nsebuah tantangan bagi kita semua baik pemerintah maupun pihak swasta. Knteiner-konteiner yang masuk bermuatan penuh, namun saat keluar mereka hanya bisa mememuat 20 persen saja produk yang dikirim keluar Kupang,” kata Orias dalam sambutannya  saat Peluncuran Rubber Tyred Gantri (RTG) Bertenaga Batarei di Pelabuhan Tenau Kupang, Jumat  (11/11) kemarin.

Dia menjelaskan, kargo yang masuk ke NTT melalui pelabuhan Laut Tenau Kupang jumlahnya 100 akan tetapi hanya terisi 20% dan 80 % kosong saat keluar. Ini tantangan besar untuk NTT. Kedepannya, diharapkan agar NTT bisa mengekspor produk lokal agar Konteiner yang datang dapat terisi penuh.

Moedak juga mengatakan, Pelindo III Kupang menjunjung tinggi Integritas, dedikasi dan Costumer focus (fokus pelanggan). Selain itu menurutnya, ada banyak pelabuhan di NTT yang perlu dibenahi. Hal ini sekaligus mendukung program Presiden RI, Jokowi yang akan menjadikan NTT sebagai Poros Maritim Dunia dan tekad Pemerintah Provinsi NTT yang menjadikan NTT sebagai Provinsi Pariwisata. Program PT Pelindo III juga berkaitan erat dengan wisata.

“Besar harapan saya, menjadikan NTT sebagai Nusa Tujuan Wisata dengan menjadikan Labuan Bajo sebagai titik pusat wisata,” ungkap Orias.

Orias juga menyuarahkan tentang pembangunan NTT. Dimana menurut dia harus sejalan dengan prioritas Presiden yaitu membangun dari pinggir, dari halaman belakang NKRI. Dia menyesalkan persoalan tanah yang sudah dibeli PT Pelindo di Labuan Bajo.

Menurutnya, ada saja pihak yang menghambat pembangunan tersebut. Pembangunan pelabuhan di daerah tersebut tertunda karena persoalan tanah sengketa.

Sementara itu, Orias juga berharap lahan kosong di daerah Tenau agar dapat dimanfaatkan BUMN untuk pembangunan.

“Jadilah dirimu sendiri, kenali diri, baik kekuranganmu, kelebihanmu, dan lakukanlah yang terbaik, itulah prinsip yang saya amini,” ungkap Moedak.

Terkait peluncuran alat RTG, Orias menjelaskan, dua alat RTG yang diluncurkan ini akan digerakan oleh batrarei. Apabila listriknya tidak ada/padam, maka alat ini dapat membantu kegiatan bongkar muat barang di pelabuhan.  (ayu/bp)

Komentar ANDA?