Korupsi di Ditreskrimsus: Tuntutan Belum Siap, Bripka Edi Batal Dituntut

0
157

KUPANG. NTTsatu.com – Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dana operasional Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTT tahun anggaran 2013 senilai Rp 468 juta lebih, dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) akhirnya ditunda, pasalnya JPU belum menyiapkan tuntutan untuk terdakwa Bripka Edi Santoso Tamulong.

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan tersebut dipimpin hakim ketua, Jamser Simanjuntak didampingi dua orang hakim anggota yakni Jult M. Lumban Gaol dan Yalmi. Turut hadir dalam sidang JPU, Emy Jehamat dan Herman Detak. Terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Luis Balun.

Emy Jemahat selaku JPU saat sidang dibuka oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang, meminta untuk persidangan ditunda pekan depan, pasalnya, tuntutan untuk terdakwa belum siap dibacakan dalam persidangan.

“Majelis hakim yang mulia, kami selaku JPU minta sidangnya ditunda pekan depan, karena tuntutan untuk terdakwa kami belum siap untuk bacakan. Untuk itu kami minta sidangnya ditunda, ” kata JPU.

Mendengar penjelasan JPU, majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang, yang menyidangkan dan mengadili kasus tersebut mengabulkan permintaaan JPU. Dimana, majelis hakim memberikan kesempatan buat JPU untuk menyiapkan tuntutan yang mana akan dibacakan pada pekan depan.

“Untuk saat ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum menyiapkan tuntutan. Untuk itu sidang kita tunda untuk pekan depan dengan agenda yang sama yakni pembacaan tuntutan, ” kata hakim.

Luis Balun selaku kuasa hukum terdakwa mengaku pihaknya siap mengikuti persidangan yang akan berlangsung pekan depan dengan agenda yang sama yakni pembacaan tuntutan.

“Sebagai penasihat hukum terdakwa, kami siap mengikuti saja proses persidangan yang akan berlangsung pekan depan,” kata Luis Balun.

Selanjutnya, ketua majelis hakim, Jamser Simanjuntak langsung menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan tuntutan JPU Kejati NTT bagi terdakwa Bripka Edi Santoso Tamulong yang diduga menilep dana operasional Direskrimsus Polda NTT. (dem/bp)

======

Foto: Ilustrasi Kasus Korupsi

Komentar ANDA?