Kota Kupang Dapat Empat Proyek PLPBK

0
218

KUPANG. NTTsatu.com – Tahun ini Kota Kupang mendapatkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 4 miliar untuk proyek Penataan Lingkungan Pemukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) di empat titik. Empat titik itu terletak di Kelurahan Namosain, Naikoten !, Oesapa dan Kuanino.

Ivan Idory tim Leader Konsultan Manajemen Wilayah VII Provinsi Nusa Tenggara Timur yang ditemui, Selasa (6/10/2015) di arena pantai Namosain yang mulai dibangun menjelaskan, pemerintah ingin menata berbagai kawasan pemukiman yang masih termasuk kawasan kumuh.
Kawasan kumuh seperti di beberaoa titik di Kota Kupang termasuk kawasan pantai Namosain dan pantai Oesapa harus dibangun agar bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan yang berdampak ekonomi juga hiburan kepada masyarakat.

“Kita tata kawasan pantaii Namosain ini untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat di kelurahan Namosain. Kalau selama ini pantai ini hanya menjadi tempat pembuangan sampah termasuik tempat BAB (buang air besar) kita harus tata agar di tempat ini bisa tumbuh berbagai kegiatan masyarakat yang berdampak ekonomi juga tempat hiburan dan rekreasi bagi masyarakat,” katanya usai peletakan pembangunan proyek PLPBK).

Dikatakannya, dana sebesar Rp 1 miliar untuk proyek di kawasan pantai Namosain ini tentu akan ditambah dengan sharing dana dari Pemerintah Kota Kupang.

“Dana sebesar Rp 1 miliar itu sudah masuk ke rekening Badan Kemandirian Masyarakat (BLM) kemudian akan disalurkan kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang sudah terbentuk sebanyak 11 KSM. Masing-masing KSM itu akan melaksanakan satu paket pekerjaan,” katanya.

Ivan menyebutkan, sebelas paket pekerjaan itu antara lain pembangunan gapura, saluran, pembangunan lopo dan pekerjaan paving serta pekerjaan lainnya. Lama pekerjaan sesuai kesepakatan bersama adalah selama satu bulan.

“Hanya sebulan saja pekerjaan itu harus sudah diselesaikan. Ini keputusan dihasilkan dalam rapat bersama, sehingga ketika musim hujan tiba lokasi itu sudah dibangun,” katanya.

Camat Alak, Ridhon A. Bire mengakui, masyarakat Namosain dibawah kendali lurah Namosain Rofinus Markus cepat sekali menangkap peluang itu. Setelah mereka mengetahui adanya kucuran dana proyek PLPBP, mereka langsung membuat proposal dan akhirnya ditanggapi dengan baik. (bp)
=====

Foto: Camat Alak, Ridhon A. Bire ketika melakukan peletakan batu pertama pembangunan proyek PLPBK di Namosain, Selasa (06/10/2015)

Komentar ANDA?