Kota Kupang Krisis Air

0
162

KUPANG. NTTsatu.com – Seluruh wilayah Kota Kupang saat ini mengalami krisis air bersih. Saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang telah mengidentifikasi daerah yang paling kritis air bersih akibat kemarau panjang ini.
Dalam identifikasi titik yang krisis air bersih ini tersebar di 18 kelurahan yang ada di lima kecamatan diantaranya Kecamatan Kelapa Lima,dan Obobo paling banyak titik yang paling banyak krisis air, serta Maulafa,Kota Raja,Kota Lama dan Alak tidak terlalu banyak.
Direktur PDAM Kota Kupang,Noldy Mumu kepada wartawan di Kupang, Kamis (27/8/2015). Menuturkan, sehubungan dengan kondisi darurat kekeringan yang
melanda wilayah Kota Kupang dan sekitarnya, pemerintah kota telah melakukan rapat bersama instansi terkait yang dipimpin oleh Sekda dan Asisten II belum lama soal bagaimana pemerintah mengidentifikasi titik-titik yang paling kritis diantara titik kritis lainya, sesuai hasil identifikasi dari PDAM ini telah mengidentifakasi sebanyak 18
kelurahan yang kodisinya kritis.
“Hasil indentifikasi titik yang kami sampaikan dalam rapat tersebut dari 18 kelurahan terdapat 73 titik yang dianggap sudah kritis akan air bersih .Sebanyak 73 titik merupakan data sementara. Karena sesuai hasil rapat dari 73 titik, permintaan Asisten I agar ditambah waktu lagi untuk dilakukan identifikasi guna mengetahui lebih vanyak lagi.Sehingga seandainya terdapat 100 titik nantinya akan disortir
lagi yang palin kritis air,” tuturnya.
Dari waktu yang diberikan untuk diidentifikasi lagi ,lanjut Noldy, minggu depan akan dilakukan pertemuan lanjutan untuk mengetahui daerah yang paling kritis.
Noldy menambahkan,dalam identifikasi ini juga termasuk warga yang bukan pelangan PDAM kota,tetap adalah panggan dari PDAM kabupaten.Karena pemerintah kota merasa mereka juga bagian dari warga kota,sehingga mereka juga perlu mendapat perhatian dari pemerintah kota.
Sementara disinggung soal kondisi penurunan debit air pada sumber yang selama di pakai oleh PDAM untuk melayani pelanggan PDAM Kota,Noldy mengaku,untuk sementara belum bisa diketahui penurunan debit air,sehingga diperkirakan akhir Agustus baru bisa diketahui.
“Kami saat ini masih melakukan identifikasi guna bisa mengetahui lebih detail penurunan diantara awal agustus hingga akhir Agustus. Karena tentunya ada sekenario tindak lanjut yang akan dilakukan nantinya jika debit air turun dibawah 20 persen,” katanya. (rif/bp)

Komentar ANDA?