Kuli Bangunan Tega Cabuli Anak Umur 4 Tahun

0
177

KUPANG, NTTsatu.com  – Abi yang berprofesi sebagai kuli bangunan di Kota Kupang, Minggu (11/10/2015) sekitar pukul 14.00 Wita, tega mencabuli CK (4) yang kini masih duduk di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Kupang. Akibat nya CK saat ini mengalami trauma serius.

Aranci Tampani Kase ibu korban yang ditemui di Mapolres Kupang Kota, Selasa (13/10/2015) ketika melaporkan kasus itu menjelaskan kejadian yang menimpa CK terjadi sejak Minggu (11/10/2015) sekitar pukul 14.00 Wita. Saat itu, CK sedang bermain bersama-sama dengan teman-teman seusianya.

Awalnya, kata Aranci, dirinya tidak mencurigai telah terjadi sesuatu pada CK. Namun, dari cara jalannya CK dirinya sebagai seorang ibu mencurigai sesuatu telah terjadi pada CK. Merasa tidak puas, dirinya bertanya kepada CK namun CK tidak mau mengaku.

“Kejadiannya pada hari Minggu, ketika CK sedang bermain dengan rekan-rekannya. Ketika sedang bermain, pelaku panggil korban dari balik pagar. Pelaku gendong korban dan dibawa ke dalam rumah, “ ungkap Aranci.

Dijelaskan Aranci ibu korban, ketika CK dibawa kedalam rumah, pelaku menyuruh CK untuk membuka celana di bawah lutut. Usai membuka celana korban, pelaku memasukan jari tengahnya kedalam kemaluan korban. Usai melakukan itu, korban mencoba untuk memasukan kemaluannya kedalam kemaluan korban, namun karena korban merasa sakit, korban berteriak dan akhirnya pelaku melepaskan korban.

Ditegaskan Aranci, dirinya mengetahui perbuatan pelaku ketika dirinya sedang memberikan sarapan pagi kepada CK. Ketika ditanya baru CK mengaku bahwa pelaku mencabulinya dengan cara memasukan jari telunjuk dan jari kelingking pelaku kedalam kemaluan korban.

Mendengar pengakuan korban, sebagai ibu korban Aranci langsung melaporkan kasus itu ke Mapolresta Kupang Kota, Selasa (13/10/2015) untuk diproses secara hukum. Usai melaporkan kasus itu, anggota Mapolresta Kupang Kota langsung menjemput pelaku ditempat kerjanya di Kelurahan TDM RT 30 RW 08. Saat ini, pelaku sedang ditahan di Mapolresta Kupang Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pelaku ketika dikonfirmasi nttsatu.com, tidak mengakui perbuatannya. Pelaku menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui apa-apa soal kasus itu bahkan dirinya tidak mengetahui siapa anak itu.

“Saya tidak tahu apa-apa. Saya dijemput ketika saya sedang kerja rumah di kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) RT 30 RW 08, “ katanya. (dem/bp)

=====

BERI KETERANGAN : Aranci Tampani Kase, ibu korban ketika memberikan keterangan di Mapolresta Kupang Kota, Selasa (13/10/2015)

Komentar ANDA?