Labuan Bajo Destinasi Pariwisata Pertama Yang Terapkan Protokol  Kesehatan 

0
308

NTTsatu.com — LABUAN BAJO — Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas siap memberikan pelayanan yang berkualitas. Keselamatan dan keamanan wisatawan menjadi salah satu prioritas utama selain pembangunan infrastruktur.

“Untuk pertama kalinya Indonesia punya sistem kesehatan, keselamatan dan keamanan yang terintegrasi. Dimulai dari Labuan Bajo dan nantinya akan diterapkan pada 10 destinasi prioritas lainnya,” kata Presiden Joko Widodo dalam arahannya secara virtual pada pembukaan Kegiatan Simulasi Protokol Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Pada Destinasi Super Prioritas di Hotel Inaya Bay,Kamis (12/12).

Acara yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut melibatkan 23 Kementerian/Lembaga. Tampak hadir pada kesempatan tersebut Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johny G. Plate, Menteri Pariwisata, Wishnutama Kusbandio, Wamen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo, Kepala BNPB, Doni Monardo, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, Kabarhankam Polri, Komjen (Pol) Agus Andrianto, Kepala Basarnas, Bagus Puruhito,anggota Komisi X DPR RI, Andreas Hugo Parera, Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch. Dullah dan pejabat tinggi dari kementerian dan lembaga.

Menurut Presiden Jokowi, simulasi yang melibatkan lintas kementerian dipersiapkan untuk menjamin kesehatan, keselamatan dan keamanan wisatawan.

“Simulasi ini bertujuan agar para wisatawan yang hadir di Labuan Bajo dan destinasi lainnya merasa nyaman dan aman,” ungkap Jokowi.

Sementara itu, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam sambutannya menegaskan, simulasi ini diharapkan jadi cikal bakal Standar operasional prosedur (SOP) kesehatan, keselamatan dan keamanan pariwisata Indonesia. Hal ini sesuai arahan Presiden untuk bekerja secara terintegrasi. Tidak boleh ada instansi yang bekerja sendiri.

“Kolaborasi memang bukanlah hal yang mudah diwujudkan dalam sebuah organisasi.Tapi saya lihat sekarang sudah tampak terutama dalam pelaksanaan simulasi ini, sudah sangat bagus. Semua terintegrasi. Ada polisi, tentara, BNPB, BMKG dan unsur lainnya. Saya kira di negeri ini, kita harus belajar untuk kerja team work. Inilah kekuatan kita,”jelas Luhut Binsar.

Luhut menegaskan, dengan simulasi seperti ini akan memperkecil kemungkinan berbuat kesalahan. Karena masing-masing pihak tahu tugas dan tanggung jawabnya. Tentu semua penanganan protokol akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing destinasi pariwisata.

“Kita harus tunjukkan kepada dunia, Indonesia siap menghadapi keadaan yang paling jelek sekalipun. Labuan Bajo akan jadi contoh pembangunan infrastruktur yang terpadu, berkualitas dan terintegrasi.Pada Februari atau Maret tahun depan, Labuan Bajo akan berubah. Semua kabel akan underground dan semua jalan setapak akan diperbaiki. Presiden akan resmikan sendiri Labuan Bajo yang baru. Saya titip di Pa Wagub dan Bupati untuk jaga semuanya dengan baik,” pungkas Luhut.

Sementara Wagub NTT, Josef A. Nae Soi memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintahan Presiden Jokowi.

“Dengan latihan ini, kita tidak butuh super power tapi super team. Terima kasih kepada Presiden Jokowi dan para menteri yang punya perhatian luar biasa kepada NTT,” kata Wagub Nae Soi.

Wagub menghimbau kepada masyarakat NTT untuk mensukseskan simulasi tersebut. Melakukan sosialisasi melalui gereja, mesjid dan tempat ibadah kepada masyarakat. Keselamatan dan keamanan tidak ada kompromi.

“Jangan sampai ada tsunami, dengar sirene (kita) masih di pantai. Harus lari ke gunung sehingga bisa selamat,” jelas Wagub JNS.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusbandio dalam laporannya menyampaikan, kegiatan simulasi bertujuan untuk meningkatkan kualitas destinasi pariwisata. Dengan mengangkat tema Protokol Penanganan Covid di Destinasi Super Prioritas dan tiga skenario penting lainnya yakni penanganan bencana alam, penanganan serangan jantung serta penanganan kapal terbakar dan tenggelam.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim gabungan yang telah terlibat. Penerapan protokol ini merupakan langkah awal untuk mempercepat pemulihan pariwisata agar lebih berkualitas, aman dan nyaman,” pungkas Wishnutama.

Pelaksanaan simulasi protokol kesehatan, keselamatan dan keamanan ini dilaksanakan tiga tempat yakni Pantai Pede untuk skenario penanganan bencana alam, gempa bumi dan tsunami. Pulau Komodo untuk penanganan serangan jantung yang menimpa wisatawan, dan penangan kapal terbakar dan tenggelam di perairan sekitar Hotel Inaya Bay.

Dalam kesempatan tersebut Kepala BNPB, Donni Monardo menyerahkan bantuan bantuan Dana Siap Pakai senilai 2 miliar rupiah untuk pengadaan 450 rambu evakuasi di Kabupaten Manggarai Barat, Antigen Swab 10 ribu test untuk Kabupaten Manggarai. Juga peralatan dan perlengkapan kesehatan untuk Pemerintah Provinsi NTT berupa Ventilator 2 unit, Hand Sanitizer 20 jerigen, Masker Kain 150 ribu lembar, Masker Medis 20 ribu lembar, Masker KN95 20 ribu lembar, Rapid Antigen 10 ribu test, Gloves 500 Pcs, Googles 250 Pcs, Desinfektans sprayer 5 Pcs, Hand Spray 1.000 Pcs, Facesheld 5.000 Pcs dan Shoe Cover 2.000 Pcs. Semua bantuan ini diterima oleh Wagub NTT. (hms ntt/gan)

Komentar ANDA?