Laiskodat Dampingi Investor Rusia Bertemu Mentan

0
1593

NTTsatu.com – KUPANG –  Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat rupanya mulai ngebet mengembangkan potensi pertanian dan peternakan di Provinsi NTT. Kemarin, Jumat 06 Maret  2020 dia mengantar investor Rusia bertemu Menteri Pertanian RI di Jakarta.

“Benar, kemarin Bapak Gubernur Viktor Laiskodat bersama para investor dari sejumlah negara termasuk Rusia berdiskusi dengan Menteri Pertanian RI, Bapak Syahril Yasin Limpo di Jakarta,” kata Kepala Biro Humas dan Protokoler Setda Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu di Kupang,, Sabtu, 7/3/2020.

Marius merincikan, pertemuan gubernur NTT dengan sejumlah Investor asing bersama Mentan RI di Jakarta itu terkait dengan pengembangan pertanian dan peternakan modern di Provinsi NTT.

Gubernur NTT, sebut Marius, mengharapkan adanya perubahan pola pengembangan pertanian dan peternakan di NTT yang selama ini dilakukan secara teradisional beralih atau berganti dengan sentuhan teknologi. Marius tidak menyebut pola atau cara penggunaan teknologi seperti apa yang akan dilakukan dalam pengembangan pertanian dan peternakan tersebut nantinya.

Ia juga mengatakan, pola pengembangan pertanian dan peternakan selama ini di NTT belum memberikan nilai tambah ekonomis yang signifikan.

“Karena pertanian dan peternakan tradisional sesungguhnya kurang memberikan nilai tambah ekonomis yang signifikan bagi para petani dan peternak. Kita harus ubah pola pertanian dan peternakan di NTT dengan sentuhan teknologi modern yang lebih kompetitif dan memberi nilai tambah yang signifikan ke depannya,” ucapnya.

Diceritakan Marianus, para Investor itu nantinya akan berinvestasi di NTT dalam pengembangan pertanian dan peternakan dengan pola pemanfaatan teknologi modern.

“Para Investor itu Sangat antusias berinvestasi di NTT,” cerita Jelamu.

Ia menambahkan, dalam berbagai kesempatan, Gubernur NTT acapkali menyinggung soal pengembangan sapi Wagyu di NTT. Sapi Wagyu merupakan beberapa jenis ternak sapi yang pada awalnya dikembangkan di negeri Sakura, Jepang.

Kelenturan dan kelembutan dagingnya sangat terkenal. Sehingga ia kerap kali menjadi menu makanan di restoran-restoran mahal. Wagyu atau daging Wagyu keseringan adalah dibuatkan menjadi menu Steak. Saat ini peternakan sapi yang terkenal dengan kelezatan dagingnya itu lebih banyak pengembangannya di Australia.

Sapi Wagyu Bisa Dikembangkan di NTT

Menurut Marius Jelamu, tahun 2020, Pemprov NTT akan mendapat 100 sperma sapi Wagyu dari kementerian pertanian dan peternakan RI. Pengembangan sapi Wagyu di NTT nantinya dibutuhkan knowledge, pengalaman, skill dan ilmu yang mumpuni.

“Sapi Wagyu inilah yang dikembangkan di Jepang dan dagingnya yang berkualitas dan mahal memenuhi berbagai restoran di Jepang dan negara maju lainnya. Jika ini dikembangkan di NTT tentu pakan ternak, kandang dan keseluruhan ekosistem pengelolaannya didesign sebaik mungkin dengan melibatkan para pakar,” ujar Marius.

“Bapak Gubernur menginginkan agar para peternak di NTT harus memelihara dan memiliki sapi Wagyu yang harganya bisa mencapai 1 miliar,” Marius, menambahkan. (hms ntt/bp)

Komentar ANDA?