Langgar Disiplin, 2 Polisi Lembata Dipecat Secara Tidak Hormat

0
4568

 

Kapolres Lembata, AKBP Yoce Marten mengatakan, kedua anggotanya diberhentikan karena terbukti melanggar kode etik dan norma Kepolisian Republik Indonesia (Polri).”Keduanya telah melanggar kode etik profesi Polri yaitu tidak menjalankan tugas atau tidak masuk kantor lebih dari 30 hari berturut-turut,” kata Yoce

Marten.Menurutnya, keputusan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) kedua anggota Polisi itu berdasarkan Surat Keputusan Kapolda NTT Nomor: KEP/393/IX/2021/Tanggal 8 September 2021.

Menindaklanjuti hal itu, Kapolres Yoce Marten menggelar upacara PTDH di halaman depan Polres Lembata pada Senin (11/10) pagi.Yoce Marten menyebut, keputusan PTDH merupakan bentuk tindakan tegas kepada anggota Polri yang terbukti melanggar norma etika dan disiplin.

Polri.Keputusan PTDH tersebut kata dia,  dilakukan berdasarkan mekanisme dan melalui proses yang panjang, serta sesuai dengan prosedur hukum.

”Sesuai prosedur hukum yang akuntabel dan selaras dengan hasil sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri (KKEPP) berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor : 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri,” ungkap Yoce Marten.

Lebih jauh ia menuturkan, putusan PTDH terhadap anggota Polres Lembata juga telah ditinjau dari beberapa aspek yakni, asas kepastian dan asas keadilan.Asas kepastian, lanjut Yoce Merten yakni, menitikberatkan adanya kepastian kepada anggota yang melakukan pelanggaran sehingga menjadi jelas statusnya,Sementara asas keadilan bagi dia yakni Polri harus berkomitmen mewujudkan keadilan terhadap oknum anggotanya yang terbukti melanggar norma etika dan disiplin dengan memberikan punishment atau hukuman.

Sebaliknya terhadap anggota yang berprestasi harus diberikan Reward/Penghargaan sesuai prestasi yang dicapainya,” terang Yoce Marten.

Terhadap ini, Kapolres Yoce Marten menegaskan agar anggota Polri harus melaksanakan Tribrata dan Catur Prasetya sebagai pedoman hidup dan pedoman kerja. (*/yos)

Komentar ANDA?