Laporan Honing, Penyidik Segera Kumpulkan Data

0
317

KUPANG. NTTsatu.com – Laporan Honing Sanny terhadap Kornelis Soi di Polda NTT segera ditindak lanjuti. Penyidik Polda pekan depan akan menerjunkan tim untuk mengumpulkan data dan fakta di KPU Kabupaten Flotim, Sikka dan Ende.

Penasehat Hukum Honing Sanny, Petrus Bala Pattyona kepada NTTsatu.com di Kupang, Selasa, 01 Desember 2015 menjelaskan, dia sudah bertemu penyidik Polda NTT yang menangani kasus laporan Honing Sanny terhadap wakil ketua DPD PDI Perjuangan NTT yang kini menjadi calon Bupati Ngada, Kornelis Soi. Penyidik mengakui kalau pekan depan mereka sudah harus turun ke tiga kabupaten untuk mengambil data langsung ke KPU Kabupaten masing-masing.

“Saya ketemu penyidiknya bernama Alfred Uly di Polda NTT, Selasa, 01 Desember 2015 siang. Kepada saya Alfred menjelaskan kalau mereka sudah mulai bekerja pekan depan,” katanya.

Menurut Petrus, tim penyidik dari Polda NTT memang harus turun langsung ke kabupaten Flotim, Sikka dan Ende untuk mengambil data hasil pemilu leglislatif tahun 20014 lalu langgsung di KPU. Kemudian mereka akan datang ke KPU NTT untuk mendapatkan data yang sama.

Hal ini mesti dilakukan untuk bisa membuktikan bahwa apakah data hasil Pileg di KPU selaku penyelenggara Pemilu itu sama dengan data yang dimiliki PDIP secara internal.

“Pasalnya, dasar pemecatan Honing Sanny dari PDIP oleh DPP PDIP berdasarkan surat Bawaslu Provinsi NTT .dimana Bawaslu mendasarkan suratnya pada hasil pemilu versi PDIP sementara penyelenggara pemilu yakni KPU mulai dari tingkatan paling bawah sampai KPU pusat, Honing adalah pemenangnya bukan yang lain,” urai Petrus.

Alfred Uly penyidik pada Polda NTT belum berhasil dikonfirmasi terkait penanganan kasus laporan Honing Sanny terhadap Kornelis Soi tersebut.

Sementara, Honing Sanny yang dihubung sebelumnya terkait kapan dia memberikan keterangan di Polda NTT menyatakan, dia belum mendapatkan panggilan dari penyidik Polda NTT.

“Kalau sudah ada panggilan, pasti saya langsung datang untuk memberikan keterangan selengkap-lengkapnya,” tegasnya.

Sebelumnya NTTsatu.com memberitakan, beberapa waktu lalu Honing Sanny didampingi pengacarnya Petrus Bala Pattyona melaporkan Kornelis Soi kepada Polda NTT dengan tuduhan pemalsuan dokumen dan memberikan keterangan palsu kepada Bawaslu NTT. (bp)

Komentar ANDA?