Libatkan 196 Perempuan NTT, Program Penghijauan Hasilkan 126.449 Bibit Bambu

0
364
NTTsatu.com — KUPANG – Pemerintah Provinsi NTT didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Yayasan Bambu Lestari (YBL), melaksanakan kegiatan penghijauan pelestarian bambu pada November – Desember 2020 di dua kabupaten.

 

Melibatkan total 196 perempuan, terdiri dari kelompok wanita tani dan Ibu Penggerak PKK dari 5 Desa di Manggarai Barat dan 19 Desa di Kabupaten Ngada telah menghasilkan 126.449 bibit bambu di bulan Februari 2021.

Bibit-bibit ini nantinya akan ditanam di sejumlah lahan kritis di Pulau Flores. Bambu merupakan tanaman ideal untuk memperbaiki kualitas lahan. Selain mampu tumbuh di lahan rusak dan permukaan yang curam, bambu juga mampu memperbaiki kesuburan tanah dan meningkatkan jumlah cadangan air tanah.

Selain untuk merehabilitasi lahan kritis dan meningkatkan fungsi lingkungan, program ini juga bertujuan untuk mendorong pemberdayaan perempuan penggerak PKK di provinsi NTT serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Program ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur, Julie Sutrisno Laiskodat.

“Harapan saya mewakili teman-teman, dengan adanya bibit bambu ini semoga bisa untuk menjaga kelestarian lingkungan. Kami juga sangat senang karena bisa menambah ekonomi rumah tangga kami masing-masing,” ujar Emiliana Mao, Ketua Kelompok pembibitan Bambu di Desa Were IV, Kabupaten Ngada, Sabtu (20/2/2021).

Peran YBL dalam program ini adalah sebagai pelaksana kegiatan yang dimulai dengan sosialisasi, membangun relasi dan mengidentifikasi pelopor ibu-ibu PKK, menyediakan sarana pembibitan, melakukan pelatihan cara pembibitan bambu melalui Sekolah Lapang Bambu, serta memberikan pendampingan selama periode pembibitan yang juga didukung oleh Yayasan Kehati – PT. CIMB Niaga Tbk.

“Pendampingan kepada para ibu-ibu menjadi kunci keberhasilan kegiatan, mengingat pembibitan bambu ini menjadi pengalaman pertama bagi mereka, dengan dilakukannya pendampingan oleh kami maka bisa meningkatkan percaya diri para ibu pembibit, selain juga memberikan pemahaman lebih dalam tentang bambu,” ucap Wiwin Windrati, Manajer Program YBL.

Pembibitan ini merupakan salah satu langkah YBL dan Pemerintah Provinsi NTT dalam mewujudkan jaringan Desa Bambu. Selain meningkatkan kualitas lingkungan dan air, jaringan Desa Bambu juga akan membawa manfaat ekonomi melalui skema industri kehutanan bambu yang berkelanjutan (sustainable). (*/gan)

Komentar ANDA?