Lima Gembong Narkoba Terganas Dunia, Susah Ditangkap Polisi

0
576

NTTsatu.com – Peredaran narkoba memicu banyak korban, menjadikannya layak diburu sampai ke akarnya. Akan tetapi memberantas zat adiktif ini sangat sulit, karena ada organisasi yang rapi menjalankan bisnis haram tersebut.

Upaya menangkap gembong dari bisnis narkoba di seluruh dunia terbukti tidak gampang. Seringkali polisi cuma menangkap ‘kroco’ alias bawahan dari para bos yang masih duduk manis dengan segala kuasanya.

Contohnya, pekan lalu bandar besar pemimpin geng Sinaloa berhasil kabur begitu saja dari Penjara Altiplano, Meksiko, dengan menggali terowongan. Padahal Joaquin Guzman buron satu dekade lebih setelah sempat kabur pada 1993. Bandar narkoba paling kaya dan berbahaya di muka bumi itu cuma berhasil dibui 1,5 tahun. Begitulah gambaran sulitnya menangkap pemain narkoba kelas kakap.

Sejarah mencatat salah satu gembong narkoba paling licin berasal dari Kolombia, yakni Pablo Escobar. Dia menyamarkan bisnis narkoba dengan kegiatan amal, sehingga sulit dilacak polisi. Kiprahnya harus berakhir ketkika dirinya ditembak mati pada tahun 1993.

Namun tidak cuma Escobar atau Guzman yang terbukti susah ditangkap polisi. Masih banyak gembong narkoba kelas dunia lainnya berkeliaran bebas, tak tersentuh hukum, dan sebagian terus mendulang duit dari bisnis ini.

Berikut lima gembong narkoba paling ganas sekaligus legendaris sedunia yang dirangkum merdeka.com dari pelbagai sumber. Mereka membangun reputasi lantaran susah ditangkap polisi. Mereka adalah:

1.Griselda Blanco

Tidak semua kartel narkoba adalah seorang pria, Griselda Blanco contohnya, kartel asal Kolombia berjuluk ‘La Madrina’ atau ‘The Godmother’ ini disebut sebagai titisan kartel legendaris Pablo Escobar.

Kiprahnya diawali ketika menyelundupkan kokain dengan menyembunyikan barang terlarang tersebut di pakaian dalamnya saat meninggalkan Kolombia menuju di New York pada awal tahun 70-an.

Tindak-tanduknya sebagai kartel sempat terjegal kala tahun 1975, dan mengharuskanya kembali ke Kolombia. Namun tidak lama setelahnya, Blanco kembali menginvasi Miami, Amerika Serikat.

Di tahun 80-an, Blanco mewarnai perdagangan narkoba di Miami dengan warna ciri putih- merah. Putih melambangkan kokain, dan merah melambangkan aksi pertumpahan darah dari bisnis ini.

Meski begitu, Blanco bukan tidak pernah mencicipi gelapnya jeruji besi, dari 250 aksi pembunuhan di Miami, 40 diantaranya adalah skema dari si kartel berjuluk ‘The Godmother’ ini.

Dikutip dari situs biography.com, kendati Blanco berada di penjara, namun aksi La Madrina masih sempat menjadi otak dibalik percobaan penculikan terhadap seorang Pengacara ternama AS, John F. Kennedy, Jr

  1. Matteo Mesiana Denaro

Matteo Messina Denaro, seorang ‘capo dei capi of the Sicilian Mafia’ atau yang lebih dikenal dengan julukan ‘The Godfather’ dari Sicily (sebuah daerah di Italia).

Kiprahnya sebagai mafia sekaligus distributor narkoba di selatan Eropa menjadikannya incaran unit polisi antinarkoba sedunia.

Matteo terkenal pandai berbisnis. Dia sempat berutang 1,4 juta Euro (Rp 20,5 miliar), tapi kemudian berbalik untung 6,5 miliar Euro (Rp 95,5 triliun) dengan menjalankan jasa rentenir kepada pemkot dan perusahaan swasta yang kepepet.

Dikutip laman listverse, Denaro yang berusia 50 tahun adalah bos dari segala bos mafia. Menurut pemberitaan media, Denaro adalah seorang kaya raya yang doyan wanita.

Pada 2011 kepolisian Italia diketahui berusaha menangkapnya, namun bak belut licin, Denaro berhasil kabur dan masih menjadi incaran kepolisian sebagai top Mafia kelas dunia

  1. Semion Mogilevich

Semion Mogilevich termasuk penjahat paling berbahaya sedunia. FBI menyebut aksi yang dilakukan Mogilevich sangatlah rapih dan terorganisir dengan baik.

Mogilevich memang seorang Ukrania, namun darah mafia yang mengalir konon diturunkan dari pemimpin mafia asal Rusia.

Kecerdasannya dalam mengatur perekonomian membuatnya mempunyai nama lain ‘Don Semyon’ dan ‘The Brainy Don’. Jaringan narkobanya termasuk yang paling besar di Eropa Timur.

Berkat kecerdasan Mogilevich, sindikatnya berhasil menyabet sebutan salah satu kriminal terlicin sedunia, dengan beberapa aksi seperti penyulundupan narkoba, pemerasan, perjudian ilegal, penculikan, dan pembunuhan.

Dikutip dari laman listverse, pada Juni 2012, Mogilevich diketahui adalah seorang yang kebal hukum dengan perlindungan dari pelbagai sudut, seperti perlindungan dari politisi-politisi.

Dalam rilis yang dikeluarkan FBI pada 22 Oktober 2009, nama Mogilevich masuk dalam 10 besar dari 494 orang paling dicari sedunia.

  1. Joaquin Guzman

Joaquin ‘El Chapo’ Guzman. Panggilan El Chapo itu artinya si pendek. Tingginya tak sampai 160 cm. Tapi jangan remehkan lelaki Meksiko satu ini.

El Chapo bertanggung jawab atas perang antar geng sepanjang 2007 yang menyebabkan lebih dari 100 ribu orang tewas, termasuk warga Negeri Paman Sam. Dia memimpin kartel Sinaloa, jaringan pemasok narkoba paling berkuasa di dunia. Dia disebut-sebut punya akses untuk mengancam presiden Meksiko.

Guzman cuma betah mendekam di penjara 1,5 tahun setelah buron selama satu dekade. Pada Minggu (12/7), El Chapo kabur dari penjara dengan menggali terowongan.

Dulu dia pernah minggat dari Lapas Puente Grande, Kota Guadalajara pada 1993, dengan cara bersembunyi di troli, berkat menyogok penjaga lapas.

Badan Anti-Narkotika Amerika Serikat (DEA) segera meningkatkan kewaspadaan. Situasi di perbatasan kedua negara dipastikan bakal tegang selama beberapa waktu ke depan. El Chapo adalah bandar narkoba paling diburu DEA selama dua dekade terakhir.

“Hubungan Meksiko-AS akan merenggang, apalagi kini dia kembali bisa lepas dari penjara,” kata pengamat isu narkoba Alberto Islas.

AS sejak lama menuntut Meksiko mengekstradisi Guzman. Jika tidak kabur, El Chapo harusnya dipenjara lebih dari 20 tahun atas tuduhan kepemilikan narkoba dan pembunuhan.

  1. Vicente Carrillo Fuentes

Vicente Carrillo Fuentes, salah satu bos kartel berbahaya asal Meksiko. Basis narkobanya berkembang luas di Ciudad Juarez, Chihuahua, Meksiko, yang membelah perbatasan El paso, Texas, Amerika Serikat. Dia sangat misterius. Konon dia sudah menjalani operasi plastik lalu kabur ke beberapa negara.

Seperti kartel pada umumnya, kekerasan dan penyiksaan menjadikan grup kartel Vicente sebagai kelompok yang ditakuti. Kebiasaannya dalam memutilasi para korban dan sengaja membuangnya ditempat umum menjadikan ciri khas bila perbuatan keji tersebut adalah ulah Vicente.

Vicente mewarisi kerajaan narkoba ini usai kematian seniornya Amando Carillo Fuentes pada 1997 akibat komplikasi. Vicente mengelola bisnis haram senilai USD 25 miliar (Rp 332,5 triliun)menobatknya sebagai penjahat terkaya dalam sejarah.

Dikutip dari pemberitaan laman listverse, pihak berwajib Amerika Serikat sampai menawarkan imbalan sejumlah USD 5 juta (RP 66,4 miliar) bagi siapapun yang dapat memberikan informasi guna penangkapan kartel paling berbahaya ini. (sumber: merdeka.com)

Komentar ANDA?