Listrik di Omesuri Akan Menyala 24 Jam

0
405
Foto: Richard Safkaur foto bersama karyawan/karyawati PT PLN Rayon Lembata saat berkunjung ke Lembata, 26 Juni 2016

LEWOLEBA. NTTsatu.com – General Manager PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur, Richard Safkaur mengingatkan PLN Rayon Lewoleba untuk bekerjasama dengan pemerintah setempat, khususnya pemerintah kecamatan dan masyarakat Omesuri yang dalam waktu dekat akan ditingkatkan jam nyalanya menjadi 24 jam.

Permintaan ini disampaikan Safkaur ketika mengunjungi Rayon Lewoleba, Rabu, 29 Juni 2016. Kunjungan ini didampingi Manajer PLN Area Flores Bagian Timur, Elpis Sinambela.

“Untuk penarikan kabel saluran udara tegangan menengah (SUTM), pohon-pohon harus ditebang tuntas agar tidak menjadi masalah dikemudian hari, berilah penjelasan sebaik mungkin kepada masyarakat,” kata Safkaur.

Manajer PLN Rayon Lembata, Tarsisius Homo, menjelaskan PLN Rayon Lewoleba melayani kebutuhan listrik di Kabupaten Lembata yang terdiri dari 9 kecamatan, melalui tiga kantor Sub Rayon dan dua kantor jaga. Jumlah pegawai tetap yang melayani sebanyak 16 orang dan 49 tenaga alihdaya.

Daya terpasang Sistem Lewoleba saat ini sebesar 3,2 Mega Watt (MW). Beban puncak malam 2,850 kilo watt (KW), Siang 1,750 KW. Total pelanggan 19.181 pelanggan. Sudah prabayar 18.973 pelanggan, yg belum migrasi 138 pelanggan.

Kabupaten Lembata memiliki luas wilayah 1266,48 km² atau 126.648 ha menjadi daerah otonomi mandiri terpisah dari Kabupaten Flores Timur, sesuai memorandum pada 7 Maret 1999.  Jumlah penduduk  Lembata pada tahun 2009 sebanyak 106.312 jiwa. Laki-laki : 49.239 jiwa dan Perempuan : 57.073 jiwa. Jumlah ini tersebar di 9 kecamatan, 7 kelurahan dan 137 desa.

Kecamatan di Lembata, yakni: Buyasuri, Omesuri, Lebatukan, Ile Ape, Ile Ape Timur, Atadei, Nubatukan, Nagawutung, Wulandoni. Dan kecamatan Nubatukan yang meliputi kota terdiri dari tujuh kelurahan, yakni : Lewoleba Barat, Lewoleba, Lewoleba Tengah, Lewoleba Utara, Lewoleba Timur, Selandoro, Lewoleba Selatan.

Mata pencaharian penduduk Lembata mayoritas bertani sebanyak 74%. Tahun 1998, pendapatan per kapita penduduk Lembata rata-rata per tahun Rp. 497.685,00. Dari luas daratan 126,684 ha itu, 71,46 ha diperuntukkan bagi pengembangan kawasan pemukiman dan budi daya non pertanian. Sisanya seluas 55,202 ha untuk pengembangan potensi pertanian.

Objek Wisata di Lembata, antara lain,1. Pulau Pasir Putih Awelolong, 2. Gua Maria Lewoleba, 3. Pantai Rekreasi Pasir Putih Waijarang, 4. Sumber Air Panas Sabu Tobo, 5. Sumber Gas Alam Karun Watuwawer, 6. Pantai Rekreasi Tanah Treket, 7. Budaya Tradisional Penangkapan Ikan Paus di Desa Lamalera, 8. Rumah Adat dan Ritus Pesta Kacang Jontona, 9. Pantai Pasir Putih Mingar, 10. Pantai Lewolein, 11. Air Terjun Atawuwur, 12. Pantai Pasir Putih Bean. (humas PT PNL NTT/bp)

Komentar ANDA?