Listrik Padam, Rapat Pansus LKPJ Bupati Ditunda

0
234

NTTsatu.com — NAGEKEO — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nagekeo Provinsi NusaTenggara Timur (NTT) melalui Pansus (Panitia Khusus) dalam rangka pembahasan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Nagekeo tahun anggaran 2019 bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Pimpinan Perangkat Daerah, Senin (29/ 6) harus di tunda gara-gara listrik padam sebanyak empat kali. Rapat tersebut berlangsung di ruang paripurna DPRD Nagekeo.

Ketua Pansus LKPJ Bupati, Antonius Moti, saat ditemui awak media di ruang paripurna DPRD Nagekeo mengatakan, rapat Pansus yang telah dijadwalkan oleh Lembaga DPRD ini seharusnya sudah bisa berjalan dengan baik, namun sayangnya malam ini tidak bisa kita lanjutkan gara-gara listrik padam.

“Pemadaman yang pertama telah saya memberikan skors waktu, namun dalam perjalanan ketika rapat Pansus LKPJ dimulai kembali hanya berlangsung 15 menit akhirnya terjadi pemadaman listrik kembali, hingga empat kali pemadaman listrik, maka saya mengambil sikap untuk tunda, karena kita tidak bisa memaksakan keadaan yang seperti ini,”  ungkapnya.

Antonius menyayangkan kinerja kerja dari pihak PLN Nagekeo yang melakukan pemadaman listrik tanpa melakukan informasi terlebih dahulu.

“Kita memahami ini bukan domainnya kita, namun paling tidak para petugas lapangan yang bekerja di PLN Nagekeo dapat menyampaikan bahwa hari ini akan ada pemadaman listrik baik itu bersifat sementara maupun yang telah dijadwalkan oleh pihak PLN secara bergilir,” paparnya.

Kondisi ini disesalkan banyak pihak, diantaranya datang dari Pemerintah Daerah, dalam hal ini Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nagekeo, Lukas Mere, saat ditemui awak media di ruang paripurna DPRD Nagekeo menyampaikan, pihaknya meminta manajemen PLN Subrayon Nagekeo dapat bekerja profesional dalam menjaga stabilitas kelistrikan di wilayah Kabupaten Nagekeo.

“Memang PLN secara struktur organisasi bukan merupakan organisasi perangkat daerah, jadi kita tentu menyerahkan secara penuh persoalan listrik kepada mereka,” pangkasnya.

Namun, Lukas Mere menilai meskipun saat ini Nagekeo memasuki new normal tetapi pasien Covid-19 yang berjumlah tiga orang yang saat ini sedang menjalani perawatan di RSD Aeramo masih tetap berjalan, selain itu juga instansi pemerintah daerah dan lembaga DPRD Nagekeo saat ini sedang menjalani tugas kepemerintahan yang telah tertunda akibat pandemi Covid-19.

“Saya berpikir PLN ini sudah bekerja puluhan tahun di bidangnya dapat bekerja maksimal dalam menjaga stabilitas kelistrikan yang ada di wilayah Nagekeo,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan pula Wakil Ketua DPRD Nagekeo, Kristianus Dua Wea, dirinya meminta pihak petugas PLN Subrayon Nagekeo harus dapat bekerja maksimal termasuk dalam memaksimalkan sumber daya manusia yang ada di dalam PLN itu sendiri, terlebih persoalan pemadaman listrik yang kerapkali selalu sama, sehingga harus ada perencanaan yang matang.

Contoh kecil saja, kata dia, kami sebagai masyarakat ketika listrik sering padam ada yang menyiapkan genset, begitu juga PLN ketika ada persoalan tentu PLN yang pasti lebih paham.

“Saya dari dulu sudah sampaikan, PLN inikan sudah bekerja ibarat kata ratusan tahun, tentu profesionalisme mereka kita sangat perlukan. Misalkan soal pemetaan mesin rusak dan kendala lainnya, mereka harusnya lebih tahu dan melakukan berbagai upaya dalam hal menjaga stabilitas listrik di Kabupaten Nagekeo,” tuturnya. (Atty Tim).

Komentar ANDA?