Logistik Polkada Sedang Disortir di Sembilan Kabupaten

0
131

Ketua KPU NTT, Maryanti Luturmas Adoe 

 

KUPANG. NTTsatu.com – Ketua KPU NTT, Maryanti Luturmas Adoe mengatakan, semua logistic Pilkada sudah berada di Sembilan kabupaten yang menggelar pilkada serentak 9 Gesember mendatang. Saat ini logistic sedang disortir dan segera didistrubusikan’

Dihubungi di kantornya, Selasa, 01 Desember 2015, Adoe mengaku optimis bahwa pendistribusian logistik pilkada sesuai jadwal yang ditetapkan, walau saat ini masih dalam proses penyortiran. Hanya Kabupaten Sumba Barat yang baru masuk dan akan segera dilakukan penyortiran.

Bila ditemukan rusak, langsung berkoordinasi dengan rekanan untuk menggantinya. Sedangkan untuk salah penulisan untuk singkatan KPPS pada lembar surat suara, tidak menjadi masalah substansial. Bahkan untuk hal ini, sudah dikoordinasikan dengan berbagai pihak.

Dikatakannya, semua jenis logistik pilkada berkaitan dengan pemungatan dan perhitungan suara, saat ini sudah ada di kabupaten dan proses penyortiran tengah dilakukan. Diharapkan H- 3 yakni 7 Desember seluruh logistik sudah mulai dikirim ke penyelenggara tingkat bawah. Yang lebih penting adalah Format Model C6 yang mengatur soal waktu dan tempat pemungutan suara sudah harus disampaikan ke TPS berkisar antara tanggal 1- 6 Desember.

Ia menambahkan, untuk saksi pasangan calon di delapan kabupaten tidak ada masalah karena pasti disiapkan masing- masing pasangan calon.

Sedangkan di TTU, karena hanya diikuti satu pasangan calon, maka saksi yang hadir hanya pasangan calon dimaksud. Sedangkan saksi untuk pasangan calon yang kosong, diberi ruang buat pemantau yang menyampaikan kesanggupannya untuk memantau di setiap TPS.

“Memang pemantau itu mewakili masyarakat, tapi apakah ada yang siap atau tidak. Karena alokasi dukungan dana untuk pemantau yang menjadi saksi tidak ada dana dari negara. Mereka menggunakan dana sendiri. Tapi kita berharap ada pemantau yang bersedia, tinggal saja melaporkan diri di KPU setempat untuk menjadi pemantau di TPS- TPS,” katanya.

Sementara juru bicara Bawaslu NTT, Jemris Fointuna dihubungi terpisah mengatakan, pelaksanaan pilkada serentak sembilan kabupaten di NTT tinggal delapan hari, sementara logistik pilkada terutama surat suara belum semuanya dalam posisi aman.

Jemris mencontohkan, di Kabupaten Manggarai, dari 188.355 surat suara yang tersedia, hasil penyortiran hanya 188. 075 surat suara yang baik, sedangkan 280 lembara dinyatakan rusak dan harus diganti.

Kabupaten Sumba Barat, surat suara baru tiba secara lengkap di KPU setempat pada 1 Desember. Semua surat suara yang ada, harus disortir untuk memastikan kelayakan logistik pilkada dimaksud. Jika ada surat suara yang rusak, tentunya harus diganti sementara pelaksanaan pilkada sudah sangat mepet.

“Kita tidak toleransi dengan alasan untuk menunda distribusi logistik ke penyelenggara tingkat bawah. Semua logistik pilkada, H- 3 sudah harus diterima di tingkat PPK (kecamatan), H- 2 diterima di tingkat PPS, dan H- 1 diterima KPPS,” tandas Jemris.

Ia menyampaikan, di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), terjadi kesalahan penulisan pada lembaran surat suara. Dimana, singkatan KPPS seharusnya Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara, ditulis Kelompok Penyelenggara Pemilihan Suara. Hasil penyortiran, ada 166. 479 lembar yang salah tulis dan 100 lembar dinyatakan rusak. (bp)

Komentar ANDA?