Luruskanlah Jalan Bagi Tuhan

0
358

Oleh: Rm. Ambros Ladjar, Pr

Hari Minggu Pekan II Masa Adven*, 10 Desember 2023. Bacaan: Yesaya 40: 1-5, 9-11 dan 2Petrus 3: 8-15 dan Injil Mk 1:1-8

Tol *Jagorawi* adalah jalan bebas hambatan yang merupakan jalan alternatif pertama dan tertua di Indonesia. Jalan ini menghubungkan kota Jakarta – Bogor – Ciawi sepanjang 59 Km dan telah beroprasi sejak tahun 1978 hingga saat ini. Ide awalnya dicetuskan oleh pa *Raden Soediro* walikota Jakarta masa itu 1953-1960. Beliau ini juga yang kemudian kelak menjadi gubernur DKI Jaya. Mulanya jalan bebas hambatan tersebut cuma dibangun untuk kawasan Sudirman hingga Thamrin mengingat jalan tersebut merupakan jalanan penting untuk perekonomian di ibukota Jakarta.

Jalan lurus, bebas hambatan adalah nada seruan Yohanes Pembaptis dalam injil seperti warta nabi Yesaya juga dalam bacaan pertama. Yohanes adalah Suara Allah yang bergaung penuh kuasa sehingga harus didengarkan oleh segenap umat manusia. “Luruskanlah Jalan bagi Tuhan!”, adalah suara yang bergema di padang gurun. Pada hakekatnya daerah di sekitar itu tenang, sunyi tanpa penghuni maka suara itu bergaung menggelegar dan membutuh respons setiap hati manusia. Segala tabiat dan kecendrungan jahat harus mampu orang tanggalkan.

Yohanes sungguh menyadari misi perutusannya untuk menyiapkan kedatangan Sang Juruselamat ke dunia. Dia cumalah sarana yang mewartakan Injil maka tetap merasa diri tak pantas di hadapan Yesus. Dari sebab itu nilai integritas yang tampak dalam dirinya adalah: Jujur, rendah hati, tak curang dan bohong serta bertanggungjawab yang mendominasi dirinya. Jika dia merasa dirinya demikian maka dengan sendirinya dia segera mundur ketika Yesus yang dipersiapkan kedatangan-Nya itu tiba. Orang yang dengar seruan itu segera menyikapi dengan menyiapkan diri lewat pertobatan nyata.

Sekiranya kita menyadari, betapa banyak sisi kehidupan kita yang penuh gelimang dosa maka haruslah secara kontinue kita memperbaiki. Sebab tak ada seorang juapun insan manusia yang sempurna di mata Tuhan tapi penuh kerapuhan dan dosa. Segala kecendrungan yang melekat sulit dihalau maka masa adven ini adalah kesempatan istimewa bagi kita agar segera berbenah. Mumpung masih ada waktu sebelum Tuhan datang mengunjungi setiap diri kita.

Sambil kita menantikan Langit dan bumi yang baru sesuai pesan Rasul Petrus, kita perlu membuat skala prioritas untuk mengoreksi diri, melakukan tobat dan membaharui diri. Sebab Hari Tuhan datangnya seperti pencuri maka orang harus berbalik dan bertobat. Pada giliran tibanya Sang Terang sejati yang kita nantikan, yakni Yesus Kristus akan menuntun kita menuju ke rumah Bapa. Seperti apakah saya tanggapi aspek pertobatan sebagai sebuah undangan Tuhan dalam keseharian hidup nyataku?

*Salam Seroja, Sehat Rohani dan Jasmani* di Hari Minggu buat semuanya. Jikalau ADA, Bersyukurlah. Jika TIDAK ADA, BerDOALAH. Jikalau BELUM ada, BerUSAHALAH. Jikalau masih KURANG Ber- SABARLAH. Jika LEBIH maka BerBAGI LAH. Jika CUKUP, berSUKACITALAH. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga anda dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita yang melingkupi hidupmu… Amin🙏🙏🙏🌹🌹✝️🪷🪷🤝🤝🎁🛍️💰🍇🍇🇮🇩🇮🇩

Pastor Paroki Katedral Kupang

Komentar ANDA?