Lusa, Aksi Unjuk Rasa Perihal Misteri Kematian Charli Sowo

0
817
Foto: Mayat Charlin yang ditemukan di pantai Oesapa Kupang

NTTsatu.com – KUPANG – Menurut rencana, lusa, Jumat, 07 September 2018 akan digelar aksi unjuk rasa besar-besaran untuk mengetahui sudah sejauh mana penanganan pihak kepolisian terkait kasus kematiam Carolino Agustino Sowo (Charli Sowo/Lali Sowo) Mahasiswa Fakultas Filsafat. Dia ditemukan tewas mengenaskan di Pantai Oesapa Kupang pada tanggal 24 Juli 2018 lalu.

Penanggung jawab Forum Peduli Kemanusiaan

Yang akan menggelar aksi itu, Romo Hironimus Pakaenoni, Pr, Dekan Fakultas Filsafat UNIKA Kupang melalui pembertahuan resminya yang diterima media ini menjelaskan, aksi unjuk rasa damai itu akan melibatkan seluruh pihak pemerhati kebenaran dan keadilan.

Aksi ini digelar karena hingga saat ini penanganan yang dilakukan Polsek Kelapa Lima dalam satuan wilayah kerja Polres Kupang Kota tidak membuahkan hasil.

“Kami mengundang seluruh pihak pemerhati kasus kematian Charli Sowo untuk bergabung dalam kegiatan aksi unjuk rasa damai sebab berdasarkan bukti-bukti yang kami peroleh dan riwayat hidup Almarhum yang tidak suka bermusuhan serta tidak biasa mencari masalah maka kami menyimpulkan jika Saudara kami ini tewas dibunuh dan para pelakunya adalah orang-orang terlatih secara profesional. Kami juga tidak puas dengan Polres Kupang Kota yang seolah-olah diam dan terkesan lamban dalam proses penyelidikan kasus kematian Saudara kami ini,” tulis Forum ini.

Forum ini juga menulis, menurut pernyataan Kapolsek Kelapa Lima AKP. Didik Kurnianto yang dikonfirmasi Wartawan seperti tertulis dalam Surat Kabar Timor Ekspress Edisi Kamis, 16 Agustus 2018 halaman 12 dalam Rubrik Metro Hukum adalah sebagai berikut dalam gelar perkara itu, Penyidik Reskrim menyampaikan fakta saat menemukan jasad Almarhum terapung di Pantai Oesapa.

“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya mayat tenggelam, kemudian mendatangi lokasi kejadian dan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia karena tenggelam, serta terdapat sepeda motor milik korban di pinggir pantai,” ungkap Didik.

Terkait penyebab kematian korban, lanjut Didik, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan penyelidikan namun belum dapat memastikannya. “fakta lapangan dan hasil otopsi menunjukkan bahwa korban meninggal karena tenggelam bahkan pada tubuh korban tidak terdapat tanda kekerasan fisik apa pun,” ujar Didik.

“Pernyataan Kapolsek Kelapa Lima AKP. Didik Kurnianto ini sangat mengecewakan kami dan tidak masuk akal bagi kami.  Maka dengan ini kami Forum Peduli Kemanusiaan terhadap kasus kematian Carolino Agustino Sowo (Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Biarawan Karmel (OCD) Indonesia, Alumnus Fakultas Filsafat Unika Kupang, OCDS Indonesia, Sahabat Karmel OCD Indonesia, Orang Muda Katolik, Keluarga Eks OCD Indonesia, Persatuan Mahasiswa Ngada dan Nagekeo, Ikatan Religius Keuskupan Agung Kupang (IRKAK), Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Kupang, dan Masyarakat Peduli Kebenaran) bermaksud menyampaikan pemberitahuan kegiatan “Menyampaikan Pendapat Di Muka Umum” dalam bentuk unjuk rasa damai yang akan dilaksanakan pada hari Jumat, 07 September 2018 pukul 14.00 Wita sampai selesai,” tulis forum itu.

Foto: Charli mahasiswa Fakultas Filsafat Agama Unika Widya Mandira Kupang yang tewas dan belum diketahui penyebabnya

Tujuan dan Sasaran    aksi damai itu di Mapolda NTT dengan melibatkan masa sekitar 1.000 orang dengan Koordinator, RomoTheo Silab, Pr, Suster Pauline, Pastor Arkadeus Jabur, OCD, dan Fr. Idus Bria, Pr (Senat Fakultas Filsafat). Masa akan berkumpul di depan Kantor Gubernur sebelum ke Mapolda NTT.

Tuntutan  Forum yang akan disampaikan dalam aksi itu yakni:

  1. Menuntut Kapolda NTT untuk segera mengambil alih kasus kematian Charli Sowo yang ditangani oleh Polsek Kelapa Lima Polres Kota Kupang,
  2. Menuntut Kapolda NTT agar segera membentuk tim investigasi khusus agar dapat mengungkap dan menangkap pelaku-pelaku kasus pembunuhan Charli Sowo,
  3. Menuntut Kapolda NTT untuk segera melindungi para saksi yang akan bersaksi,
  4. Menuntut Kapolda NTT supaya secara terbuka dan segera mengumumkan hasil investigasi kasus kematian Charli Sowo,
  5. Menuntut Kapolda NTT untuk segera mempercepat proses penanganan kasus kematian Charli Sowo,
  6. Menuntut Kapolda NTT untuk segera menangani kasus ini secara profesional.
  7. Jika tuntutan-tuntutan ini tidak segera dilakukan maka kami akan datang kembali untuk menanyakan tindak lanjut proses ini dengan jumlah massa yang sangat besar. (bp)

Komentar ANDA?