Lusa Presiden Resmikan Gedung Kantor Gubernur NTT

0
677
Foto: Gedung Kantor Gubernur yang akan diresmiikan Presiden Jokowi, Rabu, 28 Desember 2016

KUPANG. NTTsatu.com – Sesuai rencana, lusa, Rabu, 28 Desember 2016 pagi, Presiden RI, Joko Widodo akan meresmikan Gedung Kantor Gubernur NTT di Jl, E. Tari Kupang.

“Pak Presiden akan tiba besok sore di Kupang. Pada lusa pagi, beliau meresmikan Gedung kantor Gubernur NTT yang baru selesai kita bangun di jalan El Tari Kupang,” kata Gubernur saat perayaan Natal Bersama Keluarga Besar Lamaholot di aula rumah jabatan Gubernur NTT, Senin, 26 Desember 2016 malam.

Gubernur mengatakan, setelah kantor itu terbakar tahun 2013 lalu, pada saat apel bender di halaman kantor itu dia menegaskan, kantor ini boleh ludes terbakar, tapi kita harus bangun kembali kantor itu. Dan kantor itu sudah selesai dibangun dan tinggal diresmikan oleh Presiden.

Lebu Raya mengatakan, jika besok sore presiden jadi datang ke Kupang maka, ada sejarah baru untuk NTT bahwa Presiden datang di NTT setiap enam bulan setelah dilantik menjadi presiden tahun 2014 lalu.

“Banyak teman-teman Gubernur juga Ketua DPD PDI Provinsi selalu mengkomplain, mengapa Presiden selalu datang ke NTT, apa kehebatan Frans Lebu Raya?. Saya jawab santai saja, tanya sama Presiden, jangan tanya saya,” katanya disambut tepuk tangan ratusan warga Lamaholot.

Gubernur melanjutkan, setelah pengresmian kantor Gubernur, Presiden akan menuju Mota’ain di perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste di Kabupaten belu untuk meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

“Kita pantas bersyukur  atas anugerah Tuhan sehingga pemerintah pusat bisa membangun Pos Lintas Batas Negara yang sangat megah dan menjadi kebanggan masyarakat Indonesia,” katanya.

Sementara recana sebelumnya, Presiden juga akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Bendungan Napung Gete di Kabupaten Sikka, namun karena masih ada persoalan lahan yang elum diselesaikan maka presiden batal ke sana.

“Saya minta Bupati Sikka untuk menyelesaikan dulu masalah tanah itu. Dan Bupati menyanggupinya untuk secepatnya menyelesaikan masalah itu sehingga pendungan segera di bangun. Nilai bendungan itu hampir mencapai Rp 1 Triliun,” kata Lebu Raya (bp)

Komentar ANDA?