Mahasiswa asal Witihama Tewas Ditebas di Kupang

0
235
Foto: Kasat Reskirim Polres Kupang Kota, AKP Didik Kurnianto

KUPANG. NTTsatu.com – Xaverianus Lawan Geroda (21) alias Heri Lamawuran seorang mahasiswa asal desa Sandosi, Kecamatan Witihama, tewas akibat ditebas dalam sebuah kerusuhan saat pesta wisuda di Oesapa, Jumat, 07 Oktober 2016 dini hari.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, kejadian ini akibat dari kerusuhan antarmahasiswa di wilayah Oesapa Jumat dinihari sekitar pukul 01:30 Wita.

Xaverianus Lawan Geroda (21) alias Heri Lamawuran mahasiswa asal Desa Sandosi, Kecamatan Witihama,  Kabupaten Flores Timur, tewas di tempat. Sedangkan rekan korban, Adrianus Kia Beda (20) yang juga berstatus mahasiswa Universitas Widya Mandira Kupang sekarat dan masih dalam perawatan medis.

Selain korban tewas dan luka-luka itu, sembilan sepeda motor milik penghuni kos dibakar.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, AKP Didik Kurnianto menjelaskan, kerusuhan itu berawal dari pesta syukuran wisuda di kos milik adik korban di Rt 13 Rw 03 Kelurahan Lasiana.

Korban ditebas dengan parang hingga meninggal dunia, sedangkan rekannya sekarat dan masih dirawat di IGD RSUD Johanes Kupang.

Didik menjelaskan, kejadian itu berawal dari Adrianus Boleng (salah satu rekan korban) dipukul oleh Gomes Senlau, salah seorang mahasiswa asal Alor yang saat itu sedang mengadakan pesta miras di sekitar lokasi syukuran wisuda.

Tak terima rekannya dipukul, Defrianto Lamabelawa (salah satu rekan korban) melakukan perlawanan dan terjadilah perkelahian antara Defrianto dengan Gomes Senlau. Namun, karena kalah, lanjut Didik, Gomes kembali ke kosnya mengambil parang dan kembali ke tempat kejadian bersama sejumlah rekannya.

“Saat kembali Gomes membawa parang dan rekan lainnya dan menyerang membabibuta. Mereka mematikan meteran listrik, melempari kos dan membakar motor milik anak kos,” kata Didik.

Saat melakukan pembakaran, korban bersama penghuni kos lainnya bersembunyi di dalam kamar. Selang beberapa lama, korban dan rekannya keluar hendak melihat sepeda motor milik mereka.

“Korban tewas dan korban sekarat keluar hendak mengamankan motornya. Dikira pelakunya sudah kabur. Saat keluar pelaku langsung ditebas dan tewas di tempat, sedangkan temannya dianiaya hingga sekarat. Setelah itu pelaku langsung kabur,” jelas Didik.
“Kita masih melakukan  pengejaran terhadap pelaku. Semua pelaku suda kita kantongi identitas mereka,” kata Didik.

Sepanjang hari, jenash Xaverianus Lawan Geroda disemayamkan di keluarga korban di Kelurahan Nun Baun Dela. (bp)

Komentar ANDA?