Mahasiswa Katolik Dunia Diterima Secara Adat Manggarai Hingga Bermain “Caci”

0
310
Foto: Dua orang mahasiswa Katolik asal Yunani dan Mesir sedang bermai caci

NTTsatu.com – RUTENG – Mahasiswa Katolik Dunia dari 25 negara diterima secara adat Manggarai hingga ikut terlibat dalam permainan tradisional   Manggarai Caci yang telah mendunia tersebut.

Pantauan NTTsatu.com  Sabtu ( 15/7) ratusan mahasiswa katolik dari 25 negara tersebut disambut “tuak curu” moke penjemputan di pintu masuk kota Ruteng. Mereka disambut dengan moke tradisional kemudian dikenakan kopiah motif songke bagi pria dan selendang songke bagi putri dan kemudian grup ronda PMKRI Ruteng menghantar mereka dengan grup tari tradisional “ronda”  lakukan konvoi dari terminal Carep keliling konvoi dibeberapa titik kota Ruteng menuju kampung tradisional Ruteng Pu’u bersama Wakil Bupati Manggarai Viktor Madur.

Sebelum memasuki  kampung, mereka diterima secara adat “tuak curu” juga dilakukan di gerbang masuk kampung oleh masyarakat adat kampung.

Grup tari “ronda” kampung Ruteng Pu’u langsung menghantar Wabup Viktor bersama rombongan menuju “Compang” atau mesbah atau altar kampung untuk melakukan ritual persembahan bagi nenek moyang atas kedatangan tamu asing di kampung tersebut.

Setelah ritual adat rombong lanjut masuk ke dalam “gendang”  untuk dilakukan ritual  “Manuk Kapu”, ayam jantan sebagai ungkapan rasa gembira menerima tamu

“Kemarin malam sebelum melakukan rangkaian ritual penerimaan kami.sudah lakukan ritual “Tesi” memohon izin.kepda arwah leluhur kampung agar
segala ritual penerimaan tamu asing hari ini diizinkan nenek moyang,” kata Adrianus Husein Alumni PMKRI kepada NTTsatu.com , Sabtu (15/7).

Foto: Dua orang Mahasiswa Katolik Dunia sedang bersiap memperagakan permainan caci

Ritual “Tesi ” ini dilakukan, karena dalam rangkaian acara adat peserta akan dipertontonkan permainan tradisonal caci ditengah kampung.

“Bunyian alat musik gong dan gendang dan permainan Caci  tidak boleh bermain sembarang di tengah kampung tanpa adanya ritual ” Tesi” ,” katanya.

Setelah dilakukan ritual “manuk kapu” kepada para mahasiswa asing itu dipertontonkan permainan caci dan diberikan kesempatan kepada presiden Mahasiswa katolik dunia memberikan cambukan pembukaan permaianan kepada pemain caci warga Ruteng Pu’u lalu disusul cambukan dari Uskup Ruteng, Mgr.  Hubertus Leteng, Wabup Manggarai Viktor Madur dan Presidium PMKRI .

Selain itu ada dua mahasiswa asing asal Yunani dan Mesir melakukan adu ketangkasan bermain caci yang menyedot perhatian  penonton.

Para mahasiswa asing itu diinapkan di rumah adat Kampung Ruteng Pu’u. (mus)

Komentar ANDA?