Mahasiswi UMK Tewas Gantung Diri

0
172
Foto: Kios yang menjadi tempat tinggal korban hingga mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, saat ini sudah dipasang police line (Foto: DT)

NTTsatu.com – KUPANG – Fidelia Fatima (21) seorang mahasiswi Universitas Muhammadyah Kupang (UMK), nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan seutas tali di dalam kios milik Petrus Dima yang terletak di Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Peristiwa naas itu terjadi pada, Jumat, 22 September 2017 sekitar pukul 07.00 wita. Fidelia Fatima ditemukan sudah tak bernyawa dalam kios yang menjadi tempat tinggalnya selama ini.

Kejadian tersebut ketika ibu korban, Wilhelmina Ximenes bersama adik laki-lakinya, Mateos da Costa mendatangi kios untuk mengambil barang. Saat itu Wilhelmina memanggil korban yang menginap di dalam kios, namun tidak ada jawaban dari korban, sehingga membuat Wilhelmina pun menjadi penasaran.

“Panggil-panggil tapi dia tidak menyahut, akhirnya pintu saya dobrak dan ternyata dia sudah tewas gantung diri,” ujar ibu korban, Wilhelmina kepada wartawan.

Ketua RT setempat bersama warga memadati lokasi kejadian. Aparat kepolisian Sektor Oebobo mendatangi lokasi kejadian dan mengevakuasi jenazah korban ke RSB Titus Uly Kupang.

Adik korban, Celita Lopez (19) mengatakan korban selama ini memilih tinggal di kios dengan alasan untuk lebih fokus kuliah. Bahkan saat ini korban juga sedang mengikuti tes CPNS pada Kementerian Hukum dan HAM.

“Korban tidak pernah bermasalah dengan siapapun, karena selama ini orangnya terbuka dengan siapa saja, bahkan ada masalah pun dirinya langsung menceritakan kepada teman atau orang terdekatnya,” ungkap Celita.

Kapolsek Oebobo Polres Kupang Kota, AKP Fajar Virgantara mengatakan, sebelum mengakhiri hidupnya, korban sempat menelepon seorang temannya bernama Esti Dima untuk menceritakan persoalan kuliahnya.

Pada Kamis, 21 September sekitar pukul 22.50 wita, korban mengirimkan SMS kepada Esti Dima yang berisi ucapan terima kasih karena sudah berteman dengan korban.

“Korban juga sempat mengatakan bahwa dirinya pengen mati,” kata AKP Fajar.

Pihak keluarga menolak jenazah korban diotopsi. Pihak kepolisian pun menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (DIANTIMUR /bp)

Komentar ANDA?