Makan Uang Gereja, Pius Namang dan Agus Boli Divonis 2 Tahun

0
451
Foto: Pius Namang dan Agustinus Bala Duan (membelakangi lensa) saat mendangarkan putusan majelis hakim

KUPANG. NTTsatu.com – Majelis Hakim pengadilan tindak Pidana Korupsi menganjar dua  terdakwa yakni Pius Namang dan  Agustinus Bala Duan selama dua (2)  tahun penjara dan denda sebesar Rp 50 juta subsidair 2 bulan kurungan pada kasus proyek pembangunan gedung gereja Paroki Sta. Maria Banneaux, Lewoleba, Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun anggaran 2011.

Sidang yang di gelar pada Senin (7/11) dengan agenda pembacaan putusan hakim untuk kedua terdakwa berlangsung aman dan lancar. Sidang dengan agenda pembacaan putusan itu dipimpin Ketua majelis hakim Herbert Herefa didampingi hakim anggota Ibnu Kholiq dan Yelmi. Kedua terdakwa didampingi kuasa hukumnya Luis Balun cs. Turut hadir JPU Kejari Lembata, Dedi Fajar.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang dalam amar putusannya menegaskan, perbuatan kedua terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

“Setelah memeriksa saksi-saksi, mendengarkan keterangan saksi ahli, mendengarkan tuntutan JPU, mendengarkan pembelaan terdakwa, maka majelis hakim menyimpulkan, perbuatan kedua terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi.  Memutuskan, menjatuhkan pidana penjara bagi kedua terdakwa selama 2 tahun dan denda sebesar Rp 50 juta subsidair 2 bulan kurungan dikurangkan seluruhnya dari masa tahanan yang sudah dijalani selama ini,” tegas Herbet Herefa.

Perbuatan kedua terdakwa tidak terbukti sebagaimana dalam dakwaan primair. Oleh karena itu maka terdakwa dibebaskan dari dakwaan primair tersebut . Namun, perbuatan kedua terdakwa terbukti sebagaimana dalam dakwaan subsidair Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20/ 2001 tentang perubahan atas Undang- Undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Usai membacakan putusan, kedua terdakwa diberikan kesempatan selama 7 hari untuk berpikir atas putusan majelis hakim. Jika tidak puas dengan putusan itu, kedua terdakwa boleh menyatakan banding.

Luis Balun yang ditemui usai sidang mengaku bahwa menyatakan piker-pikir  dan akan berkoordinasi dengan terdakwa untuk nyatakan sikap.

Hal senada diungkapkan Dedi Fajar selaku JPU Kejari Lembata. Dimana, JPU menyatakan pikir-pikir atas putusan hakim. Dirinya akan melaporkan putusan hakim kepada pimpinan untuk mendapatkan petunjuk apakah banding atau tidak.(red/bp)

Komentar ANDA?