Manuk: Garam Lembata Harus Jadi Komoditas Unggulan

0
191
Foto: Penjabat Bupati Lembata Sinun Petrus Manuk bersama Ibu Lusia Adinda Lebu Raya di Lokasi Lokasi Tambak Garam Tapobaran, Jumat, 11 November 2016

LEWOLEBA, NTTsatu.com –  Penjabat Bupati Lembata, Sinun Petrus Manuk menegaskan, Industri garam yang mulai dikembangkan di kabupaten Lembata, kedepannya  harus menjadi komoditas unggulan di daerah ini.

Pernyataan itu disampaikan ketika bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT,  Lusia Adinda Lebu Raya dalam kunjungan kerja ke Desa Tapolangu Lebatukan Lembata, Mereka sempat menyinggahi lokasi pabrik Garam  di Tapobaran Lebatuka, Jumat,11/11/16.

Tiba di lokasi pabrik, Pieter Manuk kepada Rombongan dari Provinsi menjelaskan bahwa dirinya sangat tertarik dengan potensi pengembangan industri garam karena menurutnya Lembata menyimpan potensi alam yang sangat besar untuk pengembangan industri ini.

“Saya memilik kerinduan yang besar agar kedepan garam Lembata jadi komoditas unggulan Kabupaten ini, siapapun Bupatinya nanti. Saya sangat optimis industri ini mampu mendongrak dengan cepat PAD Kabupaten Lembata karena potensi alam kita sangat mendukung,” kata  Manuk.

Menurut Manuk, dirinya telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Perindustrian  untuk pengembangan industri garam di beberapa tempat di Lembata. Selain pengembangan area pabrik garam Tapobaran yang saat ini masih dua setengah hektar dan tahun depan akan ditambah tiga setengah hektar lagi. Area baru di Tanjung Ileape juga akan dikembangkan tahun depan.

“Coba kita bayangkan kalau Lembata ini punya 50 hektar pabrik garam, daerah ini tidak akan susah. Berapa PAD kita yang dapat didongrak naik dan berapa banyak tenaga kerja yang tertampung. Orang tidak akan merantau ke Malaysia lagi.  Kita harus konsen urus ini,” kata Manuk

Pieter Manuk juga menyampaikan bahwa Lembata memiliki empat tempat potensial pengembangan garam yang kurang lebih luasnya seribu lima ratus hektar  yakni di Tapobaran, Waieken, Tanjung di Ileape dan Leur di Kedang.

Dalam skema pengembangan garam oleh kementerian Perindustrian,  sudah diploting di tahun 2017 untuk NTT konsentrasi pengembangan garam ada dua Kabupaten yaitu Nagakeo dan Lembata. Lembata mendapat alokasi pengembangan sebanyak lima puluh hektar tahun depan.(Humas Setda Lembata)

Komentar ANDA?