Mari Berpolitik Secara Jujur dan Benar.

0
195
Foto: Rachland Nashidik saat memberikan keterangan pers, Kamis (3/8) di wisma Harapan baik, kota kupang

NTTsatu.com – KUPANG – Partai Demokrat mengharapkan agar pilkada Gubernur NTT yang akan digelar tahun depan harus dilaksanakan dengan jujur dan benar. Jangan melemparkan isu yang mencederai Parpol lain yang akan ikut mengusung kadernya dalam hajatan plitik tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Rachland Nashidik selaku Wasekjen DPP Partai Demokrat/Jurubicara, Partai Demokrat di Kupang, Kamis (3/8) terkait pernyataan ketua Fraksi Partai Nasdem, Victor Bungtilo Laiskodat  beberapa waktu lalu saat pelantikan DPD dan DPC NTT di kantor DPD partai Nasdem, yang menuduh partai Demokrat sebagai partai pendukung ormas Radikal yang layak di bunuh seperti PKI.

Ada beberapa pernyataan resmi dari Partai Demokrat dalam menanggapi pernyataan dari ketua Fraksi Nasdem tersebut, pernyataan resmi ini di bacakan secara langsung oleh Rachland Nashidik.

Pernyataan resmi dari Partai Demokrat yakni:

  1. Tuduhan bahwa Partai Demokrat adalah salah satu parpol yang pada tingkat nasional tidak mendukung Perpu Pembubaran ormas Radikal sehingga harus “dibunuh di NTT adalah upaya sistematis dari kekuatan politik tertentu untuk menghancurkan kredibilitas Partai Demokrat di NTT khususnya dan di tingkat Nasional umumnya. Pernyataan yang secara sederhana menyamakan sikap kritis terhadap Perpu dan maksud agar Partai Demokrat dijauhkan dari rakyat NTT.
  2. Ajakan kepada rakyat NTT untuk tidak mendukung dan tidak memberi tempat kepada partai Demokrat di NTT pasti berkaitan dengan kontestasi demokrasi yang segera akan bertangsung di NTT baik terkait pilkada Gubernur dan Pilkada sepuluh kabupaten, Ada keinginan dari kekuatan politik tertentu agar kader-kader terbaik Partai Demokrat tidak memimpin dan tidak ikut kontestasi dalam Pilgub dan Pilkada sepuluh kabupaten. Langkah ini sungguh kami sesalkan karena dapat menwesatkan dan hanya iniin menjauhkan Partai Demokrat dari rakyat NTT
  3. Kami meminta seluruh rakyat NTT untuk tetap tenang bekerja, menjaga perdamaian dan keharmonisan dengan tidak gampang diprovokasi oleh pernyataan-pernyataan  politik dari tokoh-tokoh tertentu yang hendak mengganggu keharmonisan relasi antarkelompok masyarakat NTT vang selama Ini sudah terpelihara dengan baik.
  4. Partai Demokrat tingkat nasional termasuk Partai Demokrat NTT mendukung setiap ikhar pemerintah untuk menutup pintu terhadap tumbuh kembangnya ormas radikal di masyarakat yang secara tegas menolak ideologi Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan anti kebhinekaan.
  5. Bagi Partai Demokrat diseluruh wilayah RI. Pancasila UUD 1945 NKRI dan kebhinekaan adalah harga mati, Karena itu adalah menjadi pangglan sejarah Partai Demokrat untuk terus mengawal Pancasila, NKRI, kebhinekaan dan melaksanakan UUD 1945 secara murni dan konsekuen sebagai hukum Negara tertinggi.

Rachland juga menghimbau agar parpol-parpol yang akan bersaing pada pilkada Gubernur dan juga kabupaten berpolitik secara jujur dan bersaing secara sehat dan benar sehingga rakyat dapat memilih wakil rakyat dengan benar.

“Berpolitiklah secara jujur dan bersainglah secara jujur dan adil sehingga kita tetap di percaya oleh rakyat, jangan pernah tebarkan isu kebencian yang sangat mengganggu ketentraman masyarakat apalagi mengganggu toleransi yang sudah di jaga dengan baik di daerah ini,” tegasnya.

Wakil ketua DPP Partai Demokrat, Benny K. Harman, juga angkat suara mengenai pernyataan Anggota partai Nasdem tersebut dengan mengatakan, masyarakat NTT tidak boleh hiraukan isu-isu atau pernyataan-pernyataan yang tidak benar yang beredar luas di masyarakat lewat Medsos atau lainnya, karena pernyataan tersebut sangat mengganggu keharmonisan relasi antar masyarakat di NTT.

“Kami meminta seluruh rakyat NTT untuk tetap tenang bekerja, menjaga perdamaian dan keharmonisan dengan tidak gampang diprovokasi oleh pernyataan politik dari tokoh tertentu yang hendak mengganggu keharmonisan relasi antar kelompok masyarakat NTT vang selama Ini sudah terpelihara dengan baik, dan kami juga mengharapkan adanya permohonan maaf secara terbuka oleh pimpinan parpol dan menarik kembali ucapannya,” tutur Beni Harman. (Bela).

Komentar ANDA?