Masih 1,3 Ton Lebih Beras Rastra Yang Belum Disalurkan

0
144
Foto: Kepala Sub Divre Perum Bolog Maumere I Putu Suantara

NTTsatu.com – MAUMERE– Temuan beras sejahtera (rastra) berkutu di Desa Namangkewa Kecamatan Mapitara, Sabtu (11/11), harus menjadi instropeksi semua pihak yang berkepentingan. Pasalnya, masih ada 1.346.470 kg atau 1,3 ton rastra yang belum disalurkan tahun ini. Dikuatirkan kasus Namangkewa justeru akan dialami masyarakat di desa-desa lain.

Kepala Sub Divisi Region Perum Bulog Maumere I Putu Suantara menyebutkan untuk tahun ini pihaknya harus menyakurkan ribuan ton rastra kepada masyarakat Kabupaten Sikka. Waktu hanya tinggal satu bulan lebih, karena itu pihaknya akan terus berkoordinasi dengan desa-desa yang belum menerima rastra.

Pada tahap pertama Januari-Juni, masih ada 12 desa/kelurahan yang belum mengambil rastra. Sementara untuk tahap kedua Juli-Desember baru 48 desa/kelurahan yang menerima rastra. Jumlah desa/kelurahan di Kabupaten Sikka yakni sebanyak 160.

“Desa-desa mana saja yang belum ambil rastra, saya tidak hapal persis. Tapi kami punya data yang lengkap. Prinsipnya dalam catatan kami masih terdapat 1.346,470 ton yang harus kami salurkan ke tengah masyarakat,” tutur I Putu Suantara di ruangan kerjanya, Sabtu (11/11).

Terkait rendahnya penyaluran ke desa-desa, I Putu Suantara berpendapat persoalan tersebut terkendala pada penetapan kelompok pemanfaat rastra. Dia mengatakan proses untuk penetapan kemlompok pemanfaat rastra sering berkepanjangan. Terkadang data tentang pemanfaat rastra sering kali erbeda-beda sehingga dibutuhkan verifikasi.

Selain itu, I Putu Suantara juga memperkirakan masalah keuangan bisa jadi  sebagai salah satu faktor lambannya penyaluran rastra. Setiap kepala keluarga membeli rastra dengan harga Rp 1.600.

Misalnya untuk Desa Namangkewa, setiap kepala keluarga mendapatkan jatah 180 kilogram, itu artinya harus menyiapkan uang sebesar Rp 288.000.

Dari sisi ketersediaan, katanya, stok rastra selalu siap sejak awal tahun. Apalagi rastra sering diposisikan sebagai beras cadangan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan seperti gejolak rawan pangan di tengah masyarakat.

Sementara ini di Gudang Dolog masih tersedia lebih dari 700 ton rastra. Dalam waktu dekat akan masuk lagi 1.000 ton lebih rastra. Stok yang ada ini, jelasnya, akan disalurkan kepada masyarakat di desa-desa yang belum mendapatkan rastra.

Dia akan terus melakukan koordinasi dengan desa-desa yang masih belum menerima rastra untuk segera mengajukan surat permohonan alokasi dan menyiapkan biaya pembelanjaan. Jika prosesnya sudah memenui syarat, pihaknya akan langsung menyalurkan rastra. (vic)

Komentar ANDA?