Masih Banyak Warga Sarai Miliki Rumah Beratap Daun

0
385

SEBA. NTTsatu.com – Hingga saat ini masih banyak warga Kabupaten Sabu Raijua (Sarai) tinggal di rumah beratap daun lontar. Namun ini bukan karena ketidak-mampuan mereka membangun rumah tetapi lebih karena budaya.

Pangtauan NTTsatu hampir di semua desa di Kabupaten yang baru berusia enam tahun ini selama tiga hari sejak Jumad 24 Juli hingga Minggu, 26 Juli terlihat dengan sangat jelas bahwa masih begitu banyak rumah beratap daun yang ada di desa-desa.

Rumah-rumah beratap daun lontar itu lebih banyak adalah rumah panggung, termasuk rumah-rumah adat yang berada di setiap kampung atau desa itu. Misalnya di desa Raenyale di Kecamatan Sabu Barat, desa Wedu Meddi di Kecamatan Hawu Mehara dan beberapa desa lainnya di Sabu Tengah dan Sabub Timur.

Beberapa warga yang ditemui mengakui, mereka membangun rumah beratap daun bukan karena mereka tidak mampu membangun rumah tembok beratap seng, tetapi karena mereka masih berpegang teguh pada budaya dan adat setempat.

Efer Wue seorang warga desa Wedu Meddi di Kecamatan Hawu Mehara yang ditemui di lokasi wisata alam Keleba Maja mengatakan, mayarakat di Sabu memang sejak dulu memiliki rumah dari bahan-bahan lokal seperti kayu, bambu untuk bangunan rumahnya sedangkan atapnya dari daun lontar.

“Kami bukan tidak bisa membangun rumah permanen dengan tembok dan beratap seng. Rumah-rumah beratap daun lontar itu hanya rumah-rumah adat dan rumah-rumah tetua adat. Sedangkan warga lainnya sudah membangun rumah tembok beratap seng,” kata Efer.

Warga lainnya seperti Ruben Uju Tede warga desa Rae Kore Kecamatan sau Barat, mengakui, rumah-rumah warga beratap daun lontar itu juga karena mereka adalah tokoh adat yang masih mempertahankan adat dan budaya setempat.

Rumah-rumah beratap daun itu lebih banyak adalah rumah panggung, dan rumah-rumah itu pada umumnya rumah-rumah adat, Di rumah-rumah seperti itu dilangsungkan upacara-upacara adat sehingga mereka masih mempertahankan bangunan rumah beratap daun itu.

“Masih banyak rumah beratap daun itu pada umumnya rumah-rumah adat dan rumah-rumah para tokoh adat.mereka masih mempertahankan budaya nenek moyang mereka,” katanya.

=====

Foto: Rumah adat beratap daun tontar di desa Wedu Meddi di Kecamatan Hawu Mehara

Komentar ANDA?