Masyarakat Nilanapo Dapat Bantuan Mobil dan Listrik

0
279

LEWOLEBA. NTTsatu.com – Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur menyerahkan sebuah Mobil Truk membantu masyarakat Desa Nilanapo, Kecamatan Omesuri untuk meretas isolasi wilayah yang selama ini merupakan desa paling Timur dan sangat terisolir.

Seluruh masyarakat Desa Nilanapo menyambut gembira kehadiran Mobil Light Truk yang merupakan bantuan dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) yang penganggarannya menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2014-2015 melalui Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lembata.

Penyerahan mobil dan bantuan listrik tersebut disaksikan pula oleh Camat Omesuri, Nasrun Neboq dan Kepala Desa Nilanapo, Ruslan Gole.

“Mobil bantuan ini harus dikelola dengan baik. Mesti ada pengelolanya. Cari sopir yang baik dan bertanggungjawab untuk merawat mobil agar usia pemakaiannya lama dan melayani masyarakat di wilayah ini, agar tidak terisolir lagi. Tapi ingat bayar ongkos mobilnya, karena ada biaya operasional . Naik gratis, turun bayar ”, ujar Bupati Sunur disambut gelak tawa warga.

Menurut Bupati Sunur, mobil ini diserahkan kepada Pastor Paroki Salib Suci Hoelea, Rm. Lorens Yatim,Pr untuk mengelolanya. Kita yakin kalau paroki yang mengelola pasti baik dan bertanggungjawab dalam melayani umat dan masyarakat disekitarnya, tapi Homebase tetap di Desa Nilanapo.

Penyerahan mobil dilakukan secara simbolis yang ditandai dengan penyerahan kunci mobil oleh Bupati Lembata kepada Romo Lorens Yatim,Pr selaku Pastor Paroki Salib Suci Hoelea.

Aspirasi masyarakat Desa Nilanapo, demikian Bupati Sunur, telah terjawab kebutuhannya. Bukan saja bantuan kendaraan roda enam, tapi juga kebutuhan listrik dan pembangunan jalan ke wilayah Kecamatan Omesuri dan Buyasuri.

Hari ini Pemda Lembata juga membantu masyarakat Desa Nilanapo Listrik PLTS 10 Unit yang ditandai dengan penyerahan dokumen oleh Kadis ESDM, Markus Labi tadi. Artinya, itu bukti nyata kepedulian Pemda Lembata kepada warga disini.

Tahun ini juga Pemda Lembata mengajukan ke Kementerian ESDM bantuan listrik PLTS 1 Mega Watt untuk memenuhi kebutuhan listrik di Lembata, terutama ke pusat industri di Kawasan Pada-Waijarang-Mingar. Kawasan itu merupakan pusat industri pariwisata yang membutuhkan listrik yang memadai.

Namun masyarakat diharapkan untuk mengorbankan tanaman di sisi kiri-kanan jalan agar jaringan listrik dapat terpasang tanpa gangguan dan demi kepentingan pembangunan jalan lintas Kedang menghubungkan kawasan pertanian yang produktif.

Bupati Sunur juga mengingatkan para Kepala Desa agar memanfaatkan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk kepentingan pembangunan infrastruktur desa karena tiap tahun anggaran untuk desa makin meningkat.

Tahun ini Pemda juga membangun sebuah bendungan di Waiputu dan membangun jalan lintas Wade-Wowong-Tobotani yang merupakan kawasan ekonomi dan budidaya dan sentra pangan untuk Kabupaten Lembata yang menelan anggaran sebesar Rp 29 Miliar.

Pada kesempatan itu, Romo Lorens Yatim,Pr Pastor Paroki Salib Suci Hoelea menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Sunur karena telah membantu umatnya sebuah kendaraan Truk demi meretas isolasi di wilayah itu.

“Saya minta langsung ke pak Bupati sebuah mobil untuk layani masyarakat/umat setempat. Beliau suruh buat proposal. Akhirnya tahun lalu saya ajukan proposal 1 halaman. Ternyata disetujui, hasilnya hari ini mobil datang. Tapi kalau naik mobil harus bayar karena mobil butuh BBM. Mau naik mobil gratis boleh, tapi hanya duduk-duduk saja diatas mobil, lalu turun tidak perlu bayar “ungkap Rm. Lorens Yatim dengan nada humor.

Rm Lorens mengatakan, Pemda Lembata telah menunjukan banyak bukti pembangunan sudah kita saksikan. Karena itu, semuamasyarakatharusterusmendukung agar kitalebihmajulagi.(Humas Setda Lembata)

======

Keterangan Foto: Bupati Lembata saat menyerahkan kunci mobil kepada pastor paroki Hoelea,Rm Lorens Yatim Pr sebagai pengelola.

Komentar ANDA?