Megawati Kumpulkan Ganjar-Mahfud dan Ketum Parpol, Bahas Dugaan Kecurangan

0
630

NTTSATU.COM — JAKARTA — Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mendapatkan aduan terkait kecurangan pada Pemilu 2024 dari tim hukum TPN Ganjar-Mahfud. Beberapa wilayah yang diduga terjadi kecurangan mulai Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Madura.

“Jadi ada dari Madura, dari Papua, ada dari Jawa Tengah, Jawa Timur, karena tadi malam kami pun sempat menyampaikan kewaspadaan tertinggi untuk Jawa Tengah dan Jawa Timur,” kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di kediaman Megawati di Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (14/2/2024).

Hasto mengatakan kecurangan tersebut sudah disampaikan juga kepada Ganjar-Mahfud saat bertemu Megawati di kediamannya di Teuku Umar seusai melakukan pencoblosan.

Turut hadir pula ketua umum partai politik pengusung, mulai Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono hingga Ketum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO).

Hasto tidak menjelaskan rinci jenis kecurangan apa saja yang terjadi. Namun salah satu di antaranya berupa intimidasi kepada pendukung Ganjar-Mahfud.

“Pokoknya prinsip semuanya harus menegakkan prinsip-prinsip kedaulatan rakyat, rakyat punya hak untuk menyampaikan pilihannya dengan kebenaran, pertimbangan nurani, dan tidak boleh dihambat apa pun,” kata dia.

“Ya intimidasi tetap masih diwarnai sehingga dari laporan begitu hasil exit poll di luar negeri mengunggulkan pasangan Pak Ganjar dan Prof Mahfud, lalu ada pihak-pihak yang panik dan kemudian melakukan suatu instruksi untuk bergerak lebih masif lagi di kubu 02. Maka kita cermati dan Ibu Ketum dan para ketum parpol pengusung akan berada di Teuku Umar,” jelasnya.

Hasto menambahkan, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi untuk terus melakukan pemantauan. Namun Hasto menegaskan pendukung Ganjar-Mahfud tetap menunjukkan kekuatannya untuk memberikan dukungan.

“Tetapi, di tengah-tengah intimidasi itu, ternyata rakyat tetap menunjukkan antusiasmenya. Ini yang kami hormati karena kekuatan rakyat arus bawah ini tidak bisa dibendung oleh kekuatan mana pun, meskipun berbagai tekanan-tekanan itu mencoba memaksakan dari dukungan-dukungan ke 02 terus-menerus dilakukan,” jelasnya. (*/nttsatu)

Komentar ANDA?