Megawati Turun Tangan Urus KKB Papua, Strategi Perang Lawan Teroris Sudah Disampaikan ke BIN

0
2486
NTTsatu.com — JAKARTA — Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua kini bisa beli senjata canggih sendiri untuk melawan TNI Polri.

Uang yang digunakan bersumber dari tiga tambang emas yang dikuasainya di Papua. Tambang itu tersebut tersebar di tiga wilayah yakni di Paniai, Intan Jaya dan Yahukimo.

KKB kini makin brutal setelah mendapat suplai dana beli sejnata canggih dari negara lain tersebut.

Presiden Ke-lima RI Megawati Soekarnoputri pun menyarankan agar Badan Intelijen Negara (BIN) turun tangan. BIN diminta menggunakan strategi perang gerilya untuk memburu teroris KKB Papua.

Alasannya karena para anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua lebih menguasai medan ketimbang TNI-Polri.

Menurut Megawati, mereka ( KKB Papua) lebih mengetahui jalan-jalan tikus di daerahnya.

Hal ini diungkapkan Megawati saat menyampaikan orasi ilmiah di Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, Megawati pun memberikan saran kepada Kepala BIN Budi Gunawan menuntaskan konflik di Papua.

Menurut dia, salah satu kesulitan aparat untuk menghadapi kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua, karena mereka lebih mengenal medan.

“Saya bilang di sini ada Pak BIN ya, Pak Budi Gunawan, ‘Piye toh yo, yang namanya urusan Papua itu, menurut saya loh, itu kan mereka yang tuan rumah toh, tahu jalan-jalan tikus’,” ucap dia.

Oleh karena itu, Megawati menyarankan Kepala BIN untuk menyiapkan strategi perang gerilya terkait penanganan konflik di Papua.

“Itu yang saya bilang, sangat perlu strategi yang namanya strategi perang gerilya.

Naik pohon bisa, opo bisa, saya tahu, apalagi yang di pegunungan itu,” tuturnya dilansir dari Kompas.com dalam artikel ‘Megawati Mengaku Pernah Minta Jokowi Tambah Personel TNI-Polri’, Rabu (16/6/2021).

Megawati Soekarnoputri telah dikukuhkan menjadi Profesor Kehormatan Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategik pada Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan RI.

Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Senat Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Laksamana Madya TNI Amarulla Octavian di Kampus Unhan, Sentul, Bogor, Jumat (11/6/2021).

Penetapan Profesor Kehormatan terhadap Megawati tersebut tertuang dalam surat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nomor 33271/MPK.A/KP.05.00/2021.

Sejumlah pejabat hadir dalam acara pengukuhan tersebut, antara lain Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim dan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini.

Ada pula Ketua DPR Puan Maharani, Ketua MPR Bambang Soesatyo, hingga Kepala BIN Budi Gunawan. (*)

Komentar ANDA?