Melki Diharapkan Mampu Pahami Karakteristik Daerah

0
183
Foto: Melki ketika Menghadiri Sayembara “Ayo Bangun NTT” tingkat Kabupaten Manggarai Barat

NTTsatu.com – LABUAN BAJO – Kehadiran Melki dalam rangkaian penyelenggaraan Sayembara “Ayo Bangun NTT” disambut dengan sangat meriah di semua daerah, Melki diharapkan mampu memahami karakteristik daerah ini sehingga  bisa dipercayakan masyarakat NTT sebagai Gubernur, dia harus menciptakan program yang mampu mengangkat harkat dan martabat manusia NTT.

Pernyataan itu disampaikan sejumlah tokoh Manggarai Barat ketika Melki berada di daerah itu, Sabtu, 20 Mei 2017.

Ketua DPRD Manggarai Barat, Blasius Jeramun mengatakan, membangun NTT harus mulai dari desa. NTT merupakan provinsi terbelakang dalam hal pembangunan. Oleh karena itu berbicara membangun NTT harus memahami karakteristik daerah karena wilayah NTT merupakan daerah kepulauan dengan karakteristik daerah masing-masing.

“Pemimpin di NTT ini harus berintegritas, mempunyai karakter, energik, serta hati yang mau peduli, agar mampu melihat dan menjangkau masyarakat desa di wilayah kepulauan provinsi NTT,” tegas Ketua DPRD Mabar dari Partai Golkar ini.

Ia menambahkan, berbicara NTT harus bicara juga tentang siapa pemimpinnya. NTT butuh pemimpin yang energik dan yang punya kemampuan melihat dan peduli terhadap masyarakat térlebih masyarakat desa. Dan yang paling penting mampu memberi harapan dan solusi demi kesejahteraan masyarakat.

Wakil DPRD Manggarai Barat dari Fraksi PAN, Abdul Ganir  dalam kesempatannya mengawali dengan sebuah pertanyaan reflektif. “Apakah pemimpin daerah kita ini sudah memberi keadilan di daerah ini?”.

Sebab menurut Abdul, pemerintah pusat sudah mengucurkan anggaran yang besar ke desa, lalu apakah masyarakat sudah siap mengawal anggaran itu, Kemudian sesudah negara berikan anggaran tersebut untuk pembangunan kepada masyarakat. lalu apa yang masyarakat sudah buat untuk negara?,

“Kadang pandangan masyarakat bahwa membangun daerah ini selalu menjadi tanggung jawab pemerintah. Dan saya sangat sepakat dengan membangun daerah ini mulai dari desa. Sehingga masyarakat harus mengawal pembangunan di desa, sebab ini tanggung jawab kita, karena sebenarnya kerinduan besar dari pemerintah bahwa desa harus kuat,” ungkapnya.

Tobias Wanus mantan Anggota DPRD provinsi dari PKB mengatakan, jikalau Melki Laka Lena terpilih menjadi gubernur NTT, maka jadilah gubernur yang sukses bukan gubernur yang terpilih.

“Sehingga ketika bapak datang ke Manggarai Barat bapak Melki tidak menanyakankan berapa suara untuk pak Melki di Manggarai Barat,” jelas Tobias.

Karena menurut Tobias, itulah prinsip demokrasi yang benar tidak membedakan. Sebab Proses perbedaan itu  yang harus disyukuri. Karena menurutnya, penghambat pembangunan di NTT ini adalah pemimpin yang membedakan perbedaan antara wilayah suku agama dan ras.

“Membangun NTT lewat keberagaman, perbedaan itu musti kita jadikan modal untuk membangun bukan untuk membatasi pembangunan,”ujar Tobias.

Mereka memberikan apresiasi kepada Melki atas ide dan gagasan yang dilakukannya melalui Yayasan Tunas Muda Indonesia (YTMI).

Foto: Melki saat disambut di Lembor, Manggarai Barat

Melki berada di Mabar, Sabtu, 20 Mei 2017) untuk menghadiri dialog terbuka dan Sayembara AYO BANGUN NTT tingkat Kabupaten Manggarai Barat. Dia disambut Ketua DPRD Manggarai Barat, Blasius Jeramun di kediaman Camat Lembor dan bersama

menuju lokasi kegiatan di di aula Asrama SMK St. Thresia Nangalili. (tim)

Komentar ANDA?