Melki Temui Sesepuh Golkar NTT Minta Nasehat

0
166
Foto: Melki Laka Lena, Ketua DPD Partai Golkar NTT yang juga bakal calon Wakil Gubernur NTT ketika bertemu sesepuh Golkar NTT, JN Manafe fi kediamannya, Jumat, 20 Oktober 2017 petang (ist)

NTTsatu.com – KUPANG – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mulai menemui para sesepuh Partai Golkar di NTT untuk meminta nasehat baik dalam kapasitasnya sebagai Ketua Golkar NTT juga sebagai bakal calon wakil Gubernur NTT.

Usai peringatan HUT Partai Golkar ke- 53 yang diwarnai dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Dharmaloka Kupang, Jumat, 20 Oktober 2017, Melki menemui salah satu sesepuh Partai Golkar NTT, J.N. Manafe di kediamannya.

Melki menilai, J.N. Manafe pantas menjadi tokoh inspirasi bagi generasi muda partai dan pemimpin di daerah ini karena dia memiliki segudang pengalaman ketika menjadi anggota TNI dan juga Ketua Golkar NTT tahun 1992.

Dalam pertemuan itu, Manafe berkisah mulai dari perjuangannya meninggalkan orangtua di Rote Ndao untuk mengejar pendidikan hingga menjadi anggota TNI. Tahun 1969 dia diangkat menjadi sekretaris bersama (Sekber) Golkar NTT dan tahun 1975 menjadi ketua Golkar hingga pemilu tahun 1977 meraih hasil yang memuaskan sebesar 90 persen. Tahun 1984 diganti, namun tahun 1992 kembali dimandatkan menjadi ketua Golkar untuk mendukung pemerintah dan pembangunan.

 

Tinggalkan Politik Identitas

Dalam Pertemuan itu juga, Manafe mengingatkan semua pihak agar berpolitiklah secara jujur dan penuh percaya diri. Dan yang paling utama adalah tinggalkan politik identitas di daerah ini.

”Modal utama menjadi pemimpin adalah munculkan keadilan bagi semua kader. Dan
Juga harus mengenal budaya dan tradisi setiap suku di NTT, dan yang paling penting kita mencari peminpin yang memikirkan NTT bukan soal suku atau agama. Kalau Gubernur dari Katolik, maka wakilnya harus dari Protestan, ini harus ditinggalkan. Biar orang yang menjadi gubernur dan wakil gubernur fokus memikirkan tentang NTT,” katanya.

Menurutnya, politik identitas harus ditinggalkan dengan cara meningkatkan pendidikan politik terhadap kaum muda.

Pada kesempatan yang sama Melki Laka Lena juga menyampaikan, bahwa pesan yang disampaikan JN. Manafe menjadi pelajaran bagi generasi muda partai Golkar untuk pembenahan partai kedepan yang lebih baik. Juga menerima tanggung jawab dengan serius katika menjadi bagian dari penugasan yang diberikan oleh atasan.

Demikian juga, lanjut Laka Lena untuk membangun suasana demokrasi agar mudah mencapai musyawarah mufakat.

”Bapak JN Manafe ini umurnya sudah 84 tahun tetapi tetap jernih melihat persoalan – persoalan yang ada di NTT. Pertemuan sore ini sebagai bentuk konsolidasi Golkar untuk mengajak semua senior – senior guna mendukung dan berkontribusi bagi pembangunan NTT yang lebih baik,” katanya.(bp/ terasntt.com)

Komentar ANDA?