Melki Tetap Hormati Proses Partai Golkar

0
121
Foto: Melki Lala Lena

NTTsatu.com – KUPANG – Walaupun sedang dilirik Partai NasDem menjadi salah satu figur yang akan didorong maju menjadi calon gubernur NTT 2018, namun Melkiades Lala Lena sebagai kader Partai Golkar menegaskan, dia tetap menghormati proses yang sedang dijalankan oleh Partai Golkar.

Penegasan Laka Lena itu disampaikan ketika dihubungi, Kamis, 08 Juni 2017 terkait sinyal yang diisyaratkan Partai NasDem terhadap dirinya.
Sebelumnya diinformasikan, Korwil Bali-Nusra DPP Partai NasDem, Johnny G. Plate mengatakan, komunikasi lintas Parpol terus diintensifkan untuk membentuk koalisi di Pilgub NTT tahun 2018.

Dikatakannya, NasDem telah melirik sejumlah figur muda yang dinilai berpotensi berkoalisi dengan NasDem untuk menjadi Cagub NTT. Salah satu figur muda yang dinilai NasDem sangat berpotensi berkoalisi adalah Melki Laka Lena, Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Wilayah Pemenangan Pemilu Bali-Nusra.

“Melki Laka Lena menjadi perhatian serius kami. Dia tokoh muda yang punya elektabilitas cukup dan dikenal oleh masyarakat sehingga berpotensi jadi Cagub apabila mau melakukan kerja sama politik dengan NasDem,” kata Johnny.
Terkait pernyataan Johnny Plate itu, Melki mengatakan, soal koalisi parpol menghadapi pilgub NTT tahun depan itu menjadi kewenangan DPP yang terus menjalin komunikasi di tingkat pimpinan DPP partai masing masing.

“Masing-masing partai baik Golkar, NasDem dan partai lainnya merujuk pada survei yang tengah dilakukan. Kami di Golkar masih pada tahap penjaringan dan penetapan calon dari internal Golkar,” terang Melki.

Ia menjelaskan, ada delapan nama calon internal Partai Golkar yang disurvei sehingga proses internal Golkar masih berlangsung. Selain itu, penetapan calon dari Partai Golkar masih menunggu hasil survei untuk ditetapkan dalam rapat tim Pilkada pusat sebagai calon atau pasangan calon.
“Setelah mekanisme internal selesai barulah Partai Golkar memutuskan pasangan koalisi partai dan pasangan calon untuk diajak bersama dalam Pilgub ke depan. Sampai saat ini kami masih dan terus menjalani perintah dan tugas DPP Partai Golkar untuk sosialisasi sebagai bakal Calon Gubernur NTT ke depan. Sehingga kami terus keliling NTT untuk maksud tersebut,” terang Melki.

Ditanya tentang wacana menduetkan dirinya dengan Jacky Uly yang berkembang akhir-akhir ini, Melki menilai hal tersebut tentu harus dihargai dan ditempatkan kembali pada aturan main dan mekanisme yang berlaku di Partai Golkar.

“DPP Partai Golkar, DPP Partai NasDem dan DPP partai lainnya terus melakukan komunikasi intensif untuk menentukan arah koalisi dan pasangan calon yang diusung,” pungkas Melki. (bp)

Komentar ANDA?