MENJADI MAHASISWA KREATIF DAN INOVATIF DI MASA PANDEMI COVID’19

0
396

OLEH:  YOHANA THANIA NIO HERIN

Kreativitas merupakan bagian tak terpisahkan dari pemikiran sivitas akademika kampus terutama mahasiswa, dimana kreativitas merupakan kemampuan untuk menghasilkan hal baru yang belum pernah ada sebelumnya. Proses untuk menghasilkan hal baru tersebut dapat berasal dari proses imajinatif dari penciptanya sendiri, dapat juga berasal dari informasi dan pengalaman sebelumnya mengenai hal yang akan diciptakan, kemudian pencipta melakukan penggabungan dan pembaharuan dari karya maupun gagasan yang pernah ada untuk menghasilkan karya maupun gagasan yang baru, dan berbeda dengan karya yang telah ada sebelumnya. Kreativitas sebagai sebuah proses atau kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas) dan orisinalitas dalam berpikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya, memperinci) suatu gagasan. Pengertian ini lebih menekankan aspek proses perubahan (inovasi dan variasi).
Menemukan cara di luar hal yang biasa sangat dituntut oleh semua pihak sehingga muncul istilah pemikiran “anti mainstream”.

Sebagai mahasiswa kita dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. Kreatif dalam menemukan ide baru dan inovatif dalam mencari cara-cara baru untuk menyiasati permasalahan yang ada.
Namun saat ini kita seluruh masyarakat di Indonesia sedang ditakuti dengan perkembangan dan penyebaran virus Covid-19 yang begitu cepat. Tidak bisa dipungkiri sampai sekarang jumlah angka yang meninggal akibat Covid-19 semakin bertambah.

Dengan adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan anjuran agar tetap tinggal di rumah, masyarakat jadi tidak bisa mencari penghasilan terlebih bagi masyarakat yang kerjanya dibayar harian, pastinya mereka akan sangat kena dampaknya.

Tentunya sebagai bangsa yang besar, kita tidak menginginkan hal ini terjadi. Dengan terjadinya hal buruk di bidang ekonomi ini kita tidak semena-mena langsung menyalahkan pemerintah, tentunya pemerintah sudah berjuang keras untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Bukan hanya Indonesia saja yang terkena dampak di bidang ekonomi, tetapi juga negara lain.
Karena mendesaknya kebutuhan pokok yang tidak dapat dipenuhi jika hanya mengandalkan pemerintah saja, keadaan tersebut menjadi cikal bakal terciptanya pemikiran dari masyarakat untuk tetap produktif walaupun di rumah saja, kegiatan produktif juga akan menghilangkan rasa jenuh akibat hanya berdiam diri di rumah saja, kegiatan produktif yang bisa dilakukan di tengah pandemi saat ini selain untuk mengisi kekosongan waktu juga dapat menghasilkan pundi – pundi rupiah dan membantu perekonomian.

Ciri-ciri ekonomi kreatif yaitu: Kreasi intelektual ekonomi kreatif,menekankan pada pentingnya kreativitas. Mudah diganti yaitu kreasi dan inovasi harus terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan aktivitas ekonomi.
Tujuannya agar bisa diterima oleh pasar dan bermanfaat bagi konsumen. Agar bisa diterima oleh pasar dan bermanfaat bagi konsumen.
Distribusi secara langsung atau tidak langsung didasarkan pada kebijakan perusahaan dan kebutuhan konsumen membutuhkan kerja sama,yaitu dalam industri kratif kerja sama sangatlah pentting.

Berbasis pada ide, yaitu ide menjadi hal utama yang harus dipersiapkan dalam ekonomi kreatif. Untuk itu saat masa pandemi ini sangat dibutuhkan yang nama kreatifitas guna terjaminnya ekonomi dalam masyarakat.

Maka dari itu kita sebagai mahasiswa juga harus dituntut untuk berkreasi dan berinovasi dalam membantu perekonomian. Banyak contoh yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkreasi dan berinovasi, seperti kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa yang kita pelajari dan kita dapati di pelajaran mata kuliah kewirausahaan sebelumnya. Dari sana saya melihat contoh-contoh peluang yang ada dari kreativitas dan inovatif tersebut dalam melaksanakan kegiatan kerja nyata (KKN) saya.

Maka disini kegiatan kreatif yang saya lakukan untuk membantu perekonomian pada masa pandemi ini yakni, menanam berbagai macam bunga puring dengan cara distek . Kegiatan ini juga merupakan salah satu contoh yang dapat membantu menambah pendapatan perekonomian di masa pandemi ini karena kegiatan ini sendiri juga tidak mengharuskan melakukan aktivitas berkerumunan tetapi bisa dilakukan secara individual.

Pandemi Covid-19, memunculkan kebiasaan baru bagi sebagian orang untuk menghilangkan rasa bosan salah satunya dengan menanam tanaman hias sampai menjualnya. Hal itu terlihat dari banyaknya masyarakat yang banyak membeli tanaman hias untuk dirawat di rumah dan bahkan bisa menjadikan pundi-pundi uang.

Penasehat Asosiasi Bunga Indonesia (ASBINDO), Karen Tambayong mengatakan, tren tanaman hias itu datangnya tiba-tiba. Sejak adanya pandemi, tanaman hias, tren penjualan tanaman hias, sangat luar biasa. Artinya ini bagus untuk pendapatan petani. Menurutnya, tren tanaman hias banyak peminatnya karena ada dua hal. Pertama karena pandemi di mana masyarakat melakukan suatu kegiatan karena bosan di rumah. Kedua, dengan menanam, berkebun, dan memelihara tanaman merupakan suatu terapi, karena dengan menanam, ada harapan dan orang menjadi happy.

Menanam tanaman hias banyak sekali dampaknya positifnya. Pertama, dengan menanam tanaman, kita bisa melihat sendiri hasil dari perawatan pribadi, selain itu juga bisa menyerap polusi udara. Menurut hasil penelitian yang sudah dilakukan sebelum adanya pandemi dengan menanam tanaman dapat meningkatkan imunitas tubuh.
Alasan saya melakukan kegiatan ini karena sektor pertanian menjadi penyelamat pada kondisi yang sulit ini, salah satunya adalah bisnis tanaman hias yang dapat menambah penghasilan bagi pedagang tanaman, khususnya tanaman hias. Sejak pandemi covid-19 omzet pedagang tanaman hias melonjak 40 persen dari kondisi normal, khususnya untuk pedagang tanaman hias yang cocok untuk menghiasi halaman rumah.

Kenaikan ini dipengaruhi oleh gaya hidup masyarakat yang kini lebih sering berada di rumah, sehingga mempunyai banyak waktu luang untuk menata tanaman di halaman rumah.
Berbagai tanaman hias yang dulunya jarang dilirik pun kini naik daun. Potensi keuntungan yang diperoleh pedagang tanaman terbuka cukup luas. Pekerja yang kehilangan pekerjaannya dapat banting setir untuk mencoba usaha ini, apalagi kalau didukung secara daring.

Selain itu, bisnis ini tak perlu modal yang besar, bisa dimulai dari memasok tanaman atau bibit murah. Ilmu budidaya tanaman pun bisa dipelajari secara mandiri, tak perlu sekolah formal.

Tanaman hias puring atau yang dalam nama latinnya disebut dengan Codiaeum variegatum, juga dikenal dengan sebutan puding atau kroton. Jenis tanaman ini merupakan tanaman hias daun yang populer dengan bentuk dan warna daun yang sangat bervariasi. Warnanya mulai dari dari hijau, kuning, jingga, merah, ungu, serta campurannya. Bentuk daun pun bermacam-macam, ada yang berbentuk memanjang, oval, tepi bergelombang, helainya “terputus-putus”, dan sebagainya. Puring merupakan kerabat jauh dari singkong.
Tanaman ini sendiri berasal dari Kepulauan Nusantara namun kini telah tersebar di seluruh daerah tropika dan subtropika. Kepopuleran tanaman yang sering juga disebut kroton ini bisa dikarenakan bentuk daunnya yang bergelombang dan kompak meski ada pula jenis lain yang lurus. Begitu juga warnanya yang indah dan biasanya terdapat beberapa macam warna cerah dalam satu pohon membuat keindahan tersendiri bagi yang melihatnya.

Dengan demikian, situasi yang genting saat ini pada dasarnya memang memiliki berbagai dampak dan pengaruh dalam keberlangsungan kehidupan. Sektor ekonomi yang merupakan tonggak utama dalam keberlangsungan kehidupan masyarakat menjadi lemah, dan banyak sekali kesenjangan sosial yang terjadi. Sebagai bentuk untuk mengatasi kesenjangan sosial khususnya di bidang ekonomi di tengah pandemi saat ini, kita dapat melakukan kegiatan yang lebih produktif. Menjadi warga masyarakat yang tidak hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah saja, tetapi kita harus memikir daya berpikir kreatif dan inovatif yang benar- benar dipertaruhkan, untuk dapat bertahan dalam situasi ini. Maka kreativitas dan inovasi yang optimal oleh mahasiswa dengan tentunya atas bimbingan dosen akan muncul karya-karya inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat, sehingga kepedulian mahasiswa untuk membumikan hasil karya akan semakin tinggi.

“Jangan hidup hanya berdasarkan apa kata orang. Sebagai mahasiswa kamu harus menjadi dirimu sendiri dan berani tampil berbeda melawan arus, bahkan ketika yang kamu lawan adalah kekuasaan.”

========

Penulis : MAHASISWI SEMESTER VII – FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS – PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN – UNWIRA KKN- PPM 2021

Komentar ANDA?