Menjual Potensi Lokal NTT Melalui Film Animasi

0
202

KUPANG. NTTsatu.com – Saat ini beberapa film Animasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi suatu bangsa meraup keuntungan diatas 800 juta dolar, salah satunya adalah film animasi “Frosen” yang diproduksi oleh studio Disney. Dari sisi ini Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur sangat optimis untuk mendorong para sineas animasi dari kalangan muda untuk maju dan berkarya.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya saat membuka Kegiatan Workshop Animasi dengan tema “Belajar dan Berkreasi” di Gedung Kwarda Pramuka, NTT, di  Penfui – Kupang, Kamis (16/4) mengatakan, potensi lokal NTT tidak kalah menarik untuk dikelolah khususnya dari sumber-sumber cerita rakyat, permainan rakyat dan lain-lain. Dengan menampilkan potensi lokal NTT juga mengangkat tempat-tempat wisata di NTT sebagai upaya putra daerah mendukung salah satu tekad provinsi NTT yakni provinsi pariwisata.

Gubernur Frans Lebu Raya mengatakan, Workshop Animasi bertujuan mengarahkan para generasi muda dalam hal ini pelajar, mahasiswa dan karang taruna untuk mengembangkan pengetahuan dasar tentang pembuatan film animasi sekaligus berkreasi dibidang animasi. Selain itu diharapkan para peserta mempunyai pengetahuan vokasi dan selanjutnya digunakan sebagai pengetahuan yang berdampak ekonomi.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata, Dr Jelamu Ardi Marius M.Si mengatakan, dalam memperkenalkan potensi wisata yang dimiliki NTT, kegiatan animasi dapat memberikan wawasan sehingga ekonomi kreatif kedepan akan menjadi sumber pendapatan ekonomi baru tidak sekedar perwujudan kreatifitas dan inovatif tetapi akan menjadi sumber pendapatan ekonomi baru.

Secara nasional Dalam RPJMN tahun 2015-2019 sebesar 6,2% terhadap PDB nasional, khusus ekonomi keratif, salah satunya adalah kegiatan animasi. Pariwisata dan ekonomi kreatif tidak dipisahkan satu sama lain. Pangsa pasar pariwisata diambil dari produk dari ekonomi kraeatif begitupun sebaliknya.

Karena itu dia mengharapkan pariwisata di NTT yang sudah tercipta, dimana animasi dapat bermain disana sehingga produk animasi dapat menarik simpati wisatawan.

Kaum muda memiliki inovatif dan merangsang brain sehingga yang tadinya biasa saja menjadi menarik melalui Karya animasi. Karya Animasi tidak hanya sekedar hobby melainkan menjadi sumber pendapatan ekonomi baru dalam menghidupkan ekonomi Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi dan praktek pembuatan gambar Animasi yang didampingi oleh Emiliana Meolbatak dan Bambang santoso. Di akhir kegiatan Bambang Santoso, membagikan hadia-hadia berupa buku animasi kepada peserta yang mengikuti worksop tersebut. (ayu)

Komentar ANDA?