NTTsatu.com – KALABAHI – Arus laut selat Gonzalo antara pulau Flores dan pulau Adonara di Kabupaten Flores Timur diprediksi dapat menghasilkan listrik 200 MW, merupakan upaya untuk memenuhi target 35 MW program Presiden Joko Widodo. Menteri ESDM, Ignasius Johan memastikan, mega proyek itu pasti dibangun.
“Rencana itu pasti jalan, asalkan tarif listrik yang dipatok Tidal Brigde (Belanda) bisa dijangkau masyarakat,” kata Menteri ESDM ignasius Jonan, di Kalabahi, Sabtu (24/3).
Menurut Menteri Jonan, arus Gonzalo memiliki potensi besar dalam pengembangan pembangkit listrik Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Lanjut Menteri, selain NTT telah di tetapkan sebagai provinsi panas bumi dengan menghasilkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), juga terdapat arus laut untuk pengembangan EBT.
Lewat pernyataan yang disampaikan Menteri Jonan dalam keterangan pers, di lokasi peresmian sumur bor dan PLTS itu, dikatakan pada prinsipnya Kementerian ESDM menunggu hasil studi dan usulan dari pengusaha Tidal Brigde untuk mengerjakan pembangkit listrik di selat Gonzalo.
Pembangkit listrik arus laut Gonzalo, di selat Gonzalu itu dapat menerangi sejumlah kabupaten di Flores. Dengan demikian, sebut Menteri Jonan, potensi listrik tersebut dapat meningkatkan ratio elektrifikasi di NTT.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi NTT, Andre Koreh yang dikonfirmasi terpisah mengenai peryataan Menteri ESDM itu menyatakan, pembangunan selat Gonzalu itu sudah hampir final dalam satu paket dengan pembangunan Jembatan Palmerah Pancasila.
“Mega Proyek itu pasti jadi karena itu kerjasama antara pemerintah pusat dan pemerintah Belanda. Semua proses sudah kita laksanakan dan kini hanya menunggu hasil study terakhir untuk dimulainya kegiatan di sana. Kita berjuang keras agar proyek besar itu segera dilaksanakan demi daerah tercinta ini,” kata Andre Koreh yang dihubungi nmedia ini, Selasa, 27 Maret 2018. (hms/bp)