Menteri Koperasi dan UMKM Puji STIKOM Bali

0
131

DENPASAR. NTTsatu.com – Menteri Koperasi dan UMKM RI Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga melaunching Gerakan  1000 Wirausaha Muda STIKOM Bali ketika menghadiri wisuda ke-15 Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer (STMIK) STIKOM Bali di Bali Nusa Dua Convention Center BNDCC), Sabtu (23/5/2015).

Humas STIKOM Bali Rahman Sabon Nama melalui rilisnya menjelaskan, pencanangan Gerakan 1000 Wirausaha Muda STIKOM Bali oleh Puspayoga ini ditandai dengan melepas 30 wirausaha muda STIKOM Bali. Mereka adalah bagian dari 305 orang yang diwisuda hari ini. “Saya sangat mendukung  terobosan yang dilakukan STIKOM Bali ini. Gerakan ini sejalan dengan upaya  pemerintah untuk target meciptakan 2 % dari jumlah penduduk Indonesia sebagai pengusaha.  Dari jumlah penduduk Indonesia sekitar 250 juta saat ini, jumlah pengusah kita baru 1,35 % atau sekitar 3,37 juta. Itulah maka kita dorong agar dalam lima tahun mencapai 2 % atau 5 juta pengusaha,” terang Puspayoga dihadapan 305 wisudawan STIKOM Bali dan keluarganya.

Menurut mantan Walikota Denpasar ini, kalau seluruh perguruan tinggi di Indonesia mau melakukan terobosan seperti yang dilakukan STIKOM Bali, maka target 2 %  pengusaha tidaklah sulit tercapai.  “Pemerintah selalu mendorong lulusan perguruan tinggi dengan berbagai fasilitas pelatihan, dan kemudahan akses perbankan agar mereka bisa  menciptakan lapangan kerja, bukan sebagai pencari kerja,” sambungnya.

Dalam kaitan dengan era pasar bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai diberlakukan pada 30 Desember 2015 mendatang, menurut Pospayoga sembilan negara anggota ASEAN lainnya justru ketakutan dengan Indonesia. “Karena pangsa pasar ASEAN terbesar atau 42 % adalah Indonesia. Itulah yang membuat tetangga kita pada ketakutan. Tapi kita tidak boleh lengah. Kita harus tetap menguasai pangsa pasar ASEAN dengan cara membentengi diri dengan kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama  teknologi informasi dan komunikasi atau TIK,” tuturnya.

Menurut Puspayoga,  guna tetap menguasai pangsa pasar terbesar tersebut maka kita harus berani mengkampanyekan gerakan nasionalisme untuk menggunakan produk-produk dalam negeri dan membangun kekutana melalui koperasi. “Koperasi pertukangan di Amerika sangat kuat dan memiliki minimarket di seluruh dunia, termasuk membuka cabang di Jakarta. Koperasi para petani di Jepang sangat kuat, memiliki bank sendiri dan sangat berpengaruh sampai menjatuhkan seorang perdana mentri,” beber Puspayoga.

Di Indonesia, kata Puspayoga, terdapat 256.000 koperasi, diantaranya 53.000 koperasi tidak aktif. “Akibatnya, banyak koperasi yang bagus tapi dikalahkan oleh citra buruk 53.000 koperasi yang tidak aktif tersebut,” kata Puspayoga sambil menyebut beberapa koperasi yang punya reputasi nasional tapi kurang diekspos media.

Celakanya, demikian Puspayoga, ketika pertama kali menjabat sebagai menteri Koperasi dan UMKM, ternyata belum ada data base koperasi. “Itulah PR pertama yang saya kerjakan. Sekarang koperasi sudah langsung link dengan perbankan sehingga kalau mau mengajukan kredit, tidaklah sulit” tukasnya.

Gebrakan satu lagi yang dilakukan Puspayoga bekrja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM RI adalah menggratiskan biaya pengurusan hak cipta. ‘Kalau sebelumnya ngurus hak cipta atau hak paten bertele-tele memakan waktu bertahun-tahun, sekarang datang saja ke Kementerian Koperasi dan UMKM ambil rekomendari saya, 1 jam hak cipta sudah dapat, gratis pula,” kata mantan Walikota Denpasar ini dan disambut aplaus seluruh hadirin. (rsn)

Komentar ANDA?