Mereka Mengenal Yesus Ketika IA Memecahkan Roti

0
566

Oleh: Rm. Ambros  Ladjar, Pr

Hari Minggu III Paska, 23 April 2023*. Bacaan. Kisra 2: 14, 22-33 dan 1Petrus 1: 17-21 dan Injil  Lk 24: 13-35.

Yesus dari Nazaret adalah Anak Allah yang wafat di kota Yerusalem sebagai Penebus dosa. Bagi para murid Yesus, kematian Sang Guru telah meninggalkan trauma yang hebat. Tak heran jika para murid lari tercerai berai dan ada dua murid yang ke Emaus karena kecewa. Sesuai Injil jaraknya 7 mil jauhnya atau sama dengan 11 Km lebih. Perjalanan mereka yang asyik cerita dipenuhi kegalauan seputar sengsara Yesus yang berpuncak dengan kematian di Salib; tetapi kubur-Nya kosong dan kata malaekat di situ bahwa *IA hidup*.

Yesus harus bangkit dan tak mungkin IA tetap berada dalam kuasa maut. Hal ini menjadi topik pewartaan Kisah Para Rasul. Yesus itu melebihi raja Daud yang masih ada kuburnya sampai sekarang ini. *Senakel,* atau Ruang Perjamuan Akhir berada di lantai 2 di atas dari kubur Daud. Kepada Daud Tuhan telah bersumpah bahwa IA akan mendudukan seorang nabi dari keturunan nya. Daud melihat ke depan bahwa Mesias tak mengalami kebinasaan. Para rasul adalah saksi tentang kebangkitan itu

Karena keasyikan berceritra maka mata kedua murid itu jadi terhalang sehingga mereka tak kenal Diri Yesus. Indikasi para murid Yesus adalah berkumpul sambil memecahkan Roti. Ciri khas inilah yang baru membuka mata hati mereka sehingga sadar karena sudah menjadi tradisi baik sebelum maupun sesudah kebangkitan Yesus. Anehnya kedua murid lupa hakekat persekutuan mereka. Mereka baru kenali Yesus saat DIA memecahkan Roti tanda persaudaraan yang saling berbagi atau komuni.

Gereja sungguh percaya akan kebangkitan badan. Yesus sungguh menunjukan fakta ini walaupun ada murid yang ragu-ragu seperti rasul Thomas. Pikiran kita demikian lamban melihat barulah percaya. Dari sebab itu Yesus yang bangkit memecahkan Roti agar membuka kembali pikiran para murid. Tradisi pemecahan Roti dilanjutkan para Imam sebagai tindakan Tuhan mengadakan ekaristi. Santapan persaudaraan itu menjadi sebuah cirikhas kebersamaan para murid dengan Yesus. Pada saat itu mereka yakin bahwa Yesus menjumpai dan mempererat mereka kembali setelah IA bangkit dari kematian.

Kita orang katolik kadang tak sepenuhnya menerima pribadi Yesus biarpun tiap hari kita rajin terima tubuh darah-Nya. DIA ikut berjalan bersama dan hadir dalam Sabda serta Ekaristi. Jika tak jelas motivasi kita menerima DIA maka tetap DIA menjadi asing. Pengalaman yang sama serupa telah ditunjukan oleh kedua murid dari Emaus. Yesus mengagetkan mereka ketika IA menampakan Diri di jalan dan menginap di rumah mereka. Sungguhkah saya mengandalkan Yesus yang hadir dalam ziarah hidupku ataukah lari dari kesulitan?

*Salam Seroja, Sehat Rohani dan Jasmani* di Hari Minggu Paska III. Alleluia buat semuanya. Tetap taat untuk menjalankan Prokes. Jika ADA, Bersyukurlah. Jika TAK ADA, BerDOALAH. Jikalau BELUM ada, BerUSAHALAH. Jikalau masih KURANG Ber- SABARLAH. Jika LEBIH maka BerBAGILAH. Jika CUKUP, berSUKACITALAH. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga anda dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita yang melingkupi hidupmu… Amin🙏🙏🙏🌹🌹✝️🪷🪷🤝🤝🎁🛍️💰🍇🍇🇮🇩🇮🇩

Pastor Paroki Katedral Kupang

Komentar ANDA?