Mulai Besok, 1.743.359 Anak NTT Ikut Imunisasi MR

0
150
NTTsatu.com – KUPANG – Mulai  besok, 1Agustus hingga akhir September 2018, sebanyak 1.743.359 anak Se Kabupaten/ kota di Nusa Tenggara Timur akan mengikuti imunisasi campak dan rubella (MR). Imunisasi ini dilakukan agar  enak-anak dapat terlindung dari bahaya penyakit campak dan rubella.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT), drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes menghimbau kepada para orang tua agar dapat membawa anaknya berusia 9 bulan sampai dengan 15 tahun ke pos pos imunisasi terdekat.
Menurut Dominikus, Pencanangan bulan imunisasi MR campak rubella tingkat Nusa Tenggara Timur dilakukan oleh Penjabat Gubernur NTT Robert Simbolon dan tingkat Kota Kupang dilakukan oleh Wali Kota Kupang Jefirstson R. Riwu Kore yang berlangsung di Aula SMPK Theresia Kupang, Rabu (01/08) besok.

Akan tetapi menurut Dominikus, untuk imunisasi campak dan rubella (MR), berdasarkan pusat data Depkes RI ada 1.743.359 anak yang harus mengikuti imunisasi MR. Namun, berdasarkan data ril yang diperoleh dari setiap Kabupaten/Kota di NTT sasaran ril yang harus mengikuti imunisasi MR hanya sebanyak 1. 673.687 orang anak. Sedangkan sisa sekitar 69. 692 daftar orang anak akan dikembalikan kepada pemerintah pusat.

Selain itu, Dominikus menjelaskan, penyebab dari penyakit MR, campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus Campak dan Rubella. Campak dan Rubella sangat menular.

Anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi Campak dan Rubella, atau yang belum pernah mengalami penyakit Campak dan Rubella adalah orang yang berisiko tinggi tertular penyakit ini.

Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian. Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyababkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

Kecacatan tersebut dikenal sebagai sindrom Rubella Kongenital yang meliputi kelainan pada jantung, kerusakan jaringan otak, katarak, ketulian dan keterlambatan perkembangan.

Kampanye Imunisasi MR adalah upaya pencegahan penularan penyakit Campak dan Rubella di masyarakat dengan cara pemberian Vaksin MR secara massal pada anak usia 9 bulan sampai dengan usia kurang dari 15 tahun. Kampanye Imunisasi MR dilakukan untuk meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap penularan penyakit Campak dan Rubella yang dapat menyebabkan kecacatan dan kematian.

“Kampanye Imunisasi MR merupakan langkah awal untuk introduksi imunisasi Rubella ke dalam jadwal imunisasi rutin” jelasnya.

Kampanye Imunisasi MR dilakukan dalam dua fase. Fase pertama di Pulau Jawa pada tahun 2017. Fase kedua di luar Pulau Jawa tahun 2018 masing-masing fase di bagi dalam 2 tahap. Tahap satu pada bulan Agustus di sekolah. Tahap dua bulan September difasilitas kesehatan (puskesmas, posyandu). Imunisasi MR diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama Kampanye Imunisasi MR bulan Agustus-September 2017 dan Agustus-September 2018.

Selanjutnya, Imunisasi MR masuk dalam jadwal imunisasi rutin dan diberikan kepada anak usia 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD/sederajat menggantikan Imunisasi Campak.

Perlu diketahui anak laki-laki tetap dapat terserang virus Rubella dan Campak juga dapat menularkan penyakit ini kepada orang disekitarnya, termaksud ibu yang sedang hamil.

Tidak ada efek samping dalam imunisasi, demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat suntikan setelah imunisasi adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2-3 hari. Kejadian ikutan pasca imunisasi yang sangat serius jarang terjadi. Sebagian besar anak akan mendapatkan kekebalan terhadap Campak dan Rubella seumur hidup setelah mendapatkan Imunisasi MR. (*/bp)

 

Foto: Ilustrasi imunisasi

Komentar ANDA?