Murahnya Harga Keperawanan ABG di Indonesia

0
1566

NTTsatu.com – Keperawanan adalah suatu harta yang tak ternilai harganya bagi seorang perempuan. Tetapi belakangan ini ada kaum hawa yang rela menjual keperawanannya demi meraup rupiah bahkan dengan harga yang relatif murah.

Para korban umumnya tergiur karena imbalan sejumlah uang yang cukup besar setelah melihat mucikari memakai barang berharga. Tersangka Noni Wahyuni diketahui menjadi mucikari dari empat pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di sekolah di daerah tersebut.

“Awalnya mereka cuma berteman biasa, kemudian anak-anak tersebut menanyakan dari mana tersangka bisa mendapatkan barang seperti telepon genggam dan baju yang bagus, lalu tersangka menawarkan anak-anak itu untuk melayani tamu agar bisa mendapatkan uang,” ujar Kompol Nur Samsi, Kapolsek Taman Sari seperti dilansir Antara, Kamis (15/10).

Dalam satu kali transaksi, Noni bisa mengajak tiga korbannya sekaligus untuk melayani para pria hidung belang dengan memasang tarif Rp 1 juta. Dari transaksi itu, Noni bisa meraih untung sebesar Rp 300 ribu dan sisanya diberikan kepada korban-korbannya.

Saat ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap salah satu pelanggan, yang merupakan seorang pengusaha perkebunan sawit berinisial Al.

“Sedangkan untuk tersangka akan dijerat atas dugaan perbuatan eksploitasi seksual terhadap anak sebagaimana diatur dalam pasal 88 UU Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” tandasnya.

Lalu cerita mengenai YNA (14) seorang gadis perawan asal Bandung terpaksa hilang kegadisannya oleh pria hidung belang di eks lokalisasi Saritem Bandung. Dia dijual oleh Jem yang kini buron dengan harga Rp 300 ribu kepada DS (40) germo di Saritem.

Dalam kasus lain mucikari kalangan siswi dan mahasiswi berinisial HT (43), menjual PSK yang masih perawan dengan tarif Rp 20 juta. HT mempromosikan kepada pria hidung belang dengan tarif cukup besar.

“Yang masih gadis atau perawan tarifnya Rp 20 juta, mahalkan. Tersangka juga menyediakannya,” ungkap Sumarso, Jumat (22/5).

Menurutnya, dalam mengajak wanita menjadi anak buahnya, tersangka HT bekerja secara terang-terangan. Dia mendatangi orangtua calon korbannya, terutama dari kalangan tidak mampu dan menjamin akan memberikan penghasilan yang besar dan mengubah kehidupan mereka.

“Ini yang parahnya. Tersangka datang langsung ke keluarga korban. Bagi yang minat, langsung dijual,” kata dia.

Deretan kisah ini tentu sangat memilukan. Prostitusi kian terbuka bahkan melibatkan anak-anak di bawah umur. Seharusnya hal itu diberantas hingga ke akar-akarnya. (sumber: mereka.com)

======

Foto: Ilustrasi

Komentar ANDA?