Musim Lefa 2018 Ditandai Dengan Misa Syukur

0
451

NTTsatu.com – LEMBATA –  Setiap tahun, masyarakat kampung nelayan Lamalera, Kecamatan wulandoni, Kabupaten Lembata memulai musim lefa penangkapan ikan paus pada bulan Mei hingga Oktober ditandai dengan perayaan misa yang digelar di pantai Lamalera.

Hal yang sama dilaiukan Misa Leva yang dilangsungkan di Lamalera, Selasa, 01 Mei 2018.  Misa ini merupakan misa pembukaan musim tangkap ikan paus bagi nelayan Lamalera.

Warga Lamalera memadati pantai tempat misa itu dan nampak beberapa wisatawan asing dari domestik dan mancanegara turut hadir dalam misa ini.

Warga Lamalera, Matheus Sifo Bataona (63) mengatakan, Misa Leva ini merupakan tradisi agama Katolik yang sudah menyatu dengan tradisi adat masyarakat Lamalera.

Tradisi Misa Lefa, lanjut Matheus, sudah dilakukan masyarakat Lamalera sejak awal Gereja Katolik masuk ke daerah ini.

“Yang pertama kali memperkenalkan Gereja Katolik waktu itu adalah almarhum Pater Bernardus Bode SVD dari Jerman,” kata Matheus.

Misa ini merupakan bagian dari ucapan syukur atas segala anugerah dari Tuhan dan leluhur orang Lamalera. “Ini sekaligus juga kami memohon agar di musim tangkap ini kami bisa mendapat hasil tangkapan,” kata Matheus.

Matheus mengisahkan, imam yang akrab disapa Pater Bode tersebut turut bersama warga mencari beberapa nelayan Lamalera dari suku Batafor yang hilang puluhan puluhan tahun silam.

“Sudah lama sekali waktu itu kami masih kecil, ada sekitar belasan orang dari peledang milik suku Batafor,” kata Matheus.

Matheus menambahkan, semalam sebelum Misa Leva di pagi hari, masyarakat Lamalera juga mengadakan misa arwah untuk mengenang nelayan Lamalera yang meninggal saat melaut.

Sebelum misa arwah, pada sore hari terjadi ritual adat tobu neme fate yang dilakukan lika telo (Tiga bersaudara) yakni Suku Bataona, Blikololong dan Levotukan, serta tuan tanah (fujon, tufan) dan leva alep (nelayan).

Tobu neme fate merupakan forum untuk berembuk tiga bersaudara untuk melakukan refleksi dan evaluasi aktifitas nelayan pada musim tangkap sebelumnya.

“Ini merupakan bagian dari pemulihan, kira-kira apa yang perlu diperbaiki untuk musim tangkap berikut agar hasilnya memuaskan,” kata Matheus.

Selain itu, perayaan misa arwah ini juga ditandai dengan penghormatan kepada nelayan yang telah meninggal dunia di laut dengan menghanyutkan ribuan lilin di laut.

“Jadi malam itu kita menyaksikan lautan api atau lilin yang dihanyutkan untuk mengenang nelayan yang telah meninggal dunia,” kata Matehus.

Beberapa saat setelah pemberkatan laut dan peledang (perahu nelayan) oleh imam, satu di antara puluhan peledang yang berada di rumah peledang diluncurkan ke laut lepas sebagai simbol atau tanda bahwa musim melaut telah dimulai.Musim menangkap ikan paus secara tradisional oleh masyarakat Lamalera dimulai sejak bulan Mei hingga akhir Oktober setiap tahun. (*/tld

 

Foto:  Ribuan umat Katolik tampak khusuk mengikuti misa Leva di Kampung Lamalera, Kecamatan Wulamdoni, Kabupaten Lembata, Selasa (1/5/2018).

Komentar ANDA?