Musim Mudik, Bandara Frans Seda Maumere Layani Ribuan Penumpang

0
194
Foto: Kepala Bandara Frans Seda Maumere Yohanis R. Keraf

NTTsatu.com – MAUMERE – Transportasi melalui udara merupakan salah satu alternatif yang diminati selama musim mudik dalam rangka merayakan Hari Idul Fitri.

Bandara Frans Seda Maumere misalnya, selama kurun waktu dua minggu melayani ribuan penumpang yang pergi dan datang. Dalam rentang waktu itu, transportasi udara berlangsung normal.

Data yang dihimpun media ini, selama 15 Juni – 2 Juli 2017, penumpang yang berangkat dari Bandara Frans Seda Maumere sebanyak 5.740 orang, dengan membawa bagasi 44,086 kilogram dan cargo 4.889 kilogram.

Dalam rentang waktu yang sama, penumpang yang turun di Bandara Frans Seda Maumere sebanyak 5.786 orang, dengan bagasi 50.869 kilogram, dan cargo 9.794 kilogram. Sedangkan penumpang yang transit di bandara ini sebanyak 404 orang.
Rata-rata setiap hari, penumpang yang datang berkisar antara 200-300 orang. Demikian pun penumpang yang berangkat dengan kisaran jumlah yang tidak jauh berbeda.

Ledakan penumpang terjadi pada Rabu (21/6) atau H-4, di mana penumpang yang berangkat sebanyak 460 orang dan penumpang yang datang sebanyak 437 orang. Juga pada H+2 atau Rabu (28/6), penumpang yang datang sebanyak 388 orang dan penumpang yang berangkat sebanyak 397 orang.

Kepala Bandara Frans Seda Maumere Yohanis R. Keraf yang ditemui di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu menjelaskan, ada peningkatan arus penumpang yang datang dan pergi melalui Bandara Frans Seda Maumere. Dia menyebut puncaknya terjadi pada Rabu (21/6).

“Puncaknya terjadi pada tanggal 21 Juni 2017. Itu benar-benar signifikan, mendekati 900 orang yang terangkut. Dan syukur selama musim mudik ini, kami bisa melayani semua penumpang, dan berlangsung kondusif. Setelah Idul Fitri, yang kami pantau kondisinya mulai berangsur normal,” papar Yohanis R. Keraf.

Pelayanan penumpang yang datang dan pergi di Bandara Frans Seda Maumere menggunakan armada dari beberapa perusahaan penerbangan seperti Wings Air ATR 72, Nam Air B737 dan ATR 72, Garuda Indonesia ATR 72, dan Trans Nusa F50.
Tidak ada penambahan armada untuk mengantisipasi melonjaknya jumlah penumpang. Malah justeru sebelumnya ada juga armada KalStar, namun selama musim mudik, semua armada KalStar tidak beroperasi di wilayah NTT.

Bandara Frans Seda Maumere membuka posko terpadu bersama beberapa instansi terkait lainnya untuk jangka waktu 15 Juni-11 Juli 2017. Namun belakangan ada surat edaran dari Menteri Perhubungan RI bahwa posko terpadu berakhir pada Minggu (2/7).
Yohanis R. Keraf mengucapkan banyak terima kasih kepada manajemen perusahaan penerbangan, semua instansi terkait dalam posko terpadu, para penumpang yang menggunakan jasa Bandara Frans Seda Maumere, termasuk masyarakat Kabupaten Sikka yang dengan caranya sendiri-sendiri telah menjaga suasana kondusif pada Bandara Frans Seda dan sekitarnya selama musim mudik ini.

Dia sangat berharap kondisi seperti ini terus ditingkatkan, sehingga Bandara Frans Seda Maumere selalu menjadi pilihan yang strategis dan prioritas bagi para penumpang yang ingin menggunakan jasa transportasi udara. (vik)

Komentar ANDA?