Nae Soi Kunjungi Museum Blikon Blewut dan Nyekar ke Makam Pendirinya

0
440
Foto: Cawagub NTT, Yosef Nae Soi sedang mendengarkan penjelasan tentang Museum Blikon Blewut ketika berkunjung ke museum ini, Jumat, 27 April 2018

NTTsatu.comk – MAUMERE – Ketika berkunjung ke Kabupaten Sikka dalam rangka kampanye di Nita, Kecamatan Nita Kabupaten Sikka, calon wakil gubernur NTT, Yosef Nae Soi menyempatkan diri berkunjung ke Museum Blikon Blewut dan nyekar ke makam Pater Piet Petu, SVD  pendiri Museum tersebut, Jumat, 27 April 2018.

Di tempat itu, Yosef merasa sedang berada di masa lalu dan masa depan NTT juga dunia, dengan mengunjungi Museum non pemerintah milik STFK Ledalero, Blikon Blewut. Pater Ansel Doredae, SVD, Ketua Museum Blikon Blewut Nae menjelaskan dengan detail tentang koleksi harta kekayaan budaya sejak zaman pra sejarah hingga saat ini. Setelah itu, Yosef dan rombonga nyekar ke makam pendiri museum itu Pater Piet Petu, SVD.

Selain itu, Nae Soi yang didampingi istri Ny Mery dan tim kampanye, juga menyambangi pusat tenun ikat terkenal, Lepo Lorun yang dikelolah Ibu Alfonsa Raga Horeng di Kampung Ritapiret. Alfonsa bersama ibu-ibu penenun menerima kedatangan Nae Soi dengan tarian adat khas Sikka, dan menjelaskan beraneka kain tenun dengan berbagai motif yang ada di pajangan dan yang sedang dalam proses tenun.

Dari Lepo Lorun, Cawagub Nae Soi blusukan untuk bertemu kelompok tani di Kampung Ritapiret. Puluhan warga petani berkelu kesah soal kesulitannya dan mengharapkan intervensi pemerintah provinsi jika Victory-Joss dipercayakan memimpin NTT pada 27 Juni 2018.

“Kami warga kelompok tani membutuhkan mesin handtraktor dan mesin pembersih rumput kalau bapa sudah jadi wagub. Kami harap beri kami dalam bentuk barang. Soal harga komoditi kelapa dan kakao, kami berharap harga ditentukan sendiri oleh petani,” kata Urbanus Uje, mewakili para kelompok tani kepada Nae Soi.

“Persoalan yang disampaikan ini akan menjadi perhatian serius untuk dibereskan. Tapi tolong beri kami kuasa pada 27 Juni nanti agar harapan dan permintaan para petani ini bisa dipenuhi,” jawab Nae Soi.

Dari kampung Ritapiret, Cawagub Nae Soi dan tim menuju lokasi kampanye utama di Desa Nita. Di sana sudah menunggu sekitar 500 lebih warga. Mereka sangat antisias menerima Nae Soi yang juga keturunan Nita; daerah yang telah menyumbang politisi dan orang hebat untuk Sikka, NTT dan Indonesia, termasuk para intelektual cerdas dari Seminari Tinggi Ritapiret dan Ledalero.

 

Menghargai Moke

Tokoh masyarakat Nita, Viktor Mekur, dalam sapaannya memastikan warga Nita seluruhnya memilih Victory-Joss. Sebab, dua figur ini lebih layak dari yang lain. Apalagi, sebut dia, hanya Victory-Joss yang mau mengelolah potensi yang ada di masyarakat, termasuk menghargai moke yang punya nilai ekonomis sekaligus minuman adat.

“Ingat, hanya Victory-Joss yang berani mengatakan bahwa moke harus dihargai. Paket ini juga tidak membawa rakyat untuk menghayal tapi memastikan ada kesejahteraan karena berani mengelolah potensi yang ada di NTT,” kata Viktor yang juga pengacara ini.

Karena itu, ia memastikan bahwa rakyat Nita dengan pemilih kurang lebih 13 ribu ini hanya memilih Victory-Joss. “Kami sangat respek dengan paket ini karena memberikan harapan baik. Ini paketnya orang Nita, apalagi mereka juga sangat menghargai dan peduli dengan kehidupan wanita-wanita di Nita dan Sikka. Saya pastikan Victory-Joss menang di Nita dan Sikka umumnya, apalagi bapa Josef juga keturunan Nita,” tegas Viktor.

Di tempat itu, Nae Soi kembali memaparkan visi dan misi Victory-Joss dan niat kembali ke NTT, Dia meminta warga memberikan kuasa dan mandat kepada paket ini agar bisa mengusir setan kemiskinan, kebodohan dan korupsi di NTT dan bisa menyelesaikan kebutuhan dasar masyarakat seperti jalan, listrik dan air.

“Bapa mama harus yakin bahwa Victory-Joss bisa menyelesaikan semua masalah terutama air, jalan dan listrik. Tapi beri kami kuasa pada 27 Juni,” kata Nae Soi.

Ia juga meminta warga Nita untuk memilih pemimpin NTT karena integritas dan kompetensi. “Jangan memilih karena suku atau agama,” katanya, dan mengingatkan warga untuk mewaspadai orang-orang yang datang menjual agama demi tujuan politik.

Sebelum ke Nita, Cawagub Nae Soi blhsukan ke kampung nelayan di Wuring dan bertemu sahabatnya Haji Sainudin Langga. Warga Wuring juga menyatakan siap memenangkan Victory-Joss, dengan harapan nasib mereka diperhatikan, terutama soal ijin tangkap yang dianggap sangat memberatkan. “Selama ini ijin tangkap harus ke Kupang, kami berharap bapa jadi guberbur dan wagub bisa perhatikan ini agar ijin itu bisa diurus di Maumere,” kata Haji Langga.

Dari Wuring, Cawagub Nae Soi bertemu para sopir truk di seputaran Gelora Samador. Mereka juga mendukung paket ini dengan harapan nasib mereka diperhatikan. (tim media)

Komentar ANDA?