Nam Air Tipu Puluhan Penumpang Dari Larantuka

0
101
Foto: Para penumpang Nam Air dari Larantuka sedang meminta pertanggungjawaban Nam Air yang tidak mengangkut bagasi mereka dalam penerbangan Larantuka – Kupang, Sabtu, 03 Pebruari 2018 pagi.

NTTsatu.com – KUPANG – Maskapai penerbangan Nam Air kembali berulah. Ketika di Larantuka sempat terjadi keributan karena bagasi penumpang diturunkan dari pesawat dan sempat diprotes, puluhan penumpang ternyata ditipu oleh maskapai ini. Barang-barang penumpang tidak terangkut dalam penerbangan Larantuka-Kupang, Sabtu, 03 Pebruari 2018.
Puluhan penumpang itu baru tahu kalau barang-barang mereka tidak terangkut ketika sudah mendarat di Bandara El Tari Kupang. Protes pun dilancarkan dengan sangat keras di ruang kedatangan tempat pengambilan bagasi.
Manajemen Nam Air mengutus seorang karyawannya untuk menemui puluhan penumpang di ruang kedatangan untuk menjelaskan alasan manajemen ini tidak mengangkut bagasi penumpang.
Amarah penumpang semakin memuncak dan nyaris memukul petugas Nam Air itu. Para penumpang yang hendak melanjutkan penerbangan ke daerah lain seperti ke Alor dan luar NTT tidak bisa melanjutkan perjalanannya karena barang-barang mereka tertinggal.
Sebanyak 26 dokter dan bidan yang datang dari Larantuka untuk mengikuti prajabatan yang dibuka mulai besok melakukan aksi protes dan meminta agar manajemen Nam Air membuat perjanjian tertulis bahwa barang mereka akan tiba sore ini. Perjanjian tertulis itu diminta karena petugas itu menjelaskan, kalau barang-barang penumpang yang tidak terangkut itu sudah di bawah ke Maumere untuk diterbangkan dari Maumere ke Kupang.
“Kami minta surat perjanjian tertulis bahwa barang kami sore ini sudah ada di Kupang karena ada dokumen-dokumen kami yang harus kami serahkan untuk kegiatan kami di Kupang,” tandas seorang dokter muda.
Haji Yahidin Umar salah satu penumpang Nam Air dari Larantuka menegaskan, di Larantuka sebagian barang penumpang diturunkan dan terjadi aksi protes di bandara Gewayantanah Larantuka. Terjadi negosiasi agar semua barang itu dinaikkan kembali karena ada penumpang lanjutan dan penumpang yang harus mengikuti kegiatan di Kupang sementara dokumen mereka ada dalam barang-barang bagasi itu.
“Kita sudah negosiasi, dan pihak Nam Air setuju dengan negosiasi itu. Lalu sekarang tidak ada barang penumpang. Nam Air memang telah melakukan pembohongan besar,” katanya.
Keributan terjadi di bandara El Tari Kupang namun berhasil diselesaikan dengan aman. Pihak manajemen Nam Air berjanji akan melakukan perhitungan dengan para penupang lanjutan yang tidak bisa berangkat karena bagasinya tertahan dan mereka juga memberikan jaminan bahwa sore ini barang-barang penumpang sudah berada di Bandara El Tari Kupang. (bp)

Komentar ANDA?