Nelayan Balauring Butuh Kapal Pole and Line

0
337

LEWOLEBA. NTTsatu.com – Nelayan di Balauring Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata sangat membutuhkan alat penangkapan ikan terutama Kapal Pole and Line. Pasalnya potensi ikan begitu melimpah namun tidak didukung sarana dan prasarana mepangkapan yang memadai.

Balauring salah satu desa pesisir di Kedang Omesuri ini memiliki potensi laut yang sangat menjanjikan. Desa ini terletak di teluk Balauring yang berhadapan dengan laut Flores, desa ini menjadi pemasok ikan terbesar untuk dua kecamatan di Kedang yakni Omesiru dan Wairiang.
Ketua Forum Nelayan Balauring Haji Maruntungi ditemui Tim Humas Pemda beberapa waktu lalu mengatakan, nelayan Balauring selama ini kalah di laut sendiri. Karena tidak memiliki armada dan alat tangkap yang memadai. Memang ada banyak bantuan yang diberikan Pemerintah Menurutnya Lembata sangat kaya dengan hasil laut tapi kekayaannya tidak dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan nelayan Lembata. Selama ini di laut, nelayan Lembata khusunya nalayan Balauring hanya menjadi penonton karena tidak mampu bersaing dengan nelayan dari luar.
Begitu banyak kapal pole and line nelayan Flores Timur yang setiap hari menangkap ikan di sekitar perairan Lembata. Mereka datang dengan armada dan alat tangkap yang sudah modern,sementara Nelayan Balauring masih mengandalkan alat tangkap tradisional dengan armada kapal yang kecil.
Menurut Haji Maruntungi, kedepannya kalau mau maju maka hasil tangkapan nelayan Balauring jangan hanya untuk memenuhi konsumsi harian masyarakat Kedang saja tetapi harus bisa dijual keluar Lembata sehingga nelayan memiliki penghasilan yang lebih baik. Oleh karena itu Pemerintah harus bisa mendorong agar nelayan Balauring lebih profesional. Bukan saatnya lagi sekarang kita mengandalkan alat tangkap tradisonal.
Nelayan Balauring sekarang harus menjadi nelayan Pole and line yang tidak hanya menangkap ikan untuk konsumsi harian masyarakat kedang tapi juga harus bisa menjadi penangkap ikan cakalang dan tuna untuk diekspor. Karena itu kami minta Pemerintah Daerah untuk mendatangkan Kapal pole and line. Kami butuh kapal Pole and line untuk cakalang dan tuna kata Haji Maruntungi.
Sementara itu Wakil Ketua Forum Nelayan Balauring Zainudin Hamid mengatakan, selama nelayan Balauring bertahan dengan armada dan alat tangkap tradisional seperti sekarang ini, maka kesejahteraan ekonomi tidak mungkin meningkat.
“Selama ini kami punya armada kapal yang kecil dengan peralatan tangkap lain yang seadanya karena kami tidak punya modal untuk membeli armada dan peralatan yang lebih modern. Kami pinjam uang dari bank sebagai modal. Hasil tangkapan kami banyak, hanya saja jenis ikannya hanya untuk konsumsi tiap hari dengan pasar yang terbatas. Untuk mengejar peningkatan jumlah modal pinjaman dari bank agar dapat membeli armada dan alat tangkap yang lebih baik, kami kesulitan karena penghasilan terbatas. Kami minta Pemerintah Daerah untuk berani bantu kami datangkan kapal pole and line. Kami janji tidak akan kalah bersaing dengan nelayan darimana saja kalau kapal ini itu ada”, tegas Zainudin. (ferry/bp)
=====
Foto: Nelayan Balaring di teluk Balauring
Foto: Humas Setda Lembata

Komentar ANDA?