Novel Baswedan Dinilai Cengeng dan Kekanakan

0
192
Foto: Penyidik KPK Novel Baswedan

NTTsatu.com – KUPANG – Penyidik KPK Novel Baswedan dinilai cengeng terkait soal penyiraman air keras yang telah menimpa dirinya sehingga ia memaksa presiden untuk meminta pembentukan tim yang didampingi KPK.

Seperti dilansir Beritacenter.com Sabtu (9/9), pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah bahwa risiko dari pekerjaan sebagai penyidik korupsi harus diterima lantaran menurut Fahri tidak selamanya pahlawan ditandu dan kadang terkena tembak juga.

“Novel jangan diambil pribadi, kalau ada risiko pekerjaan terima dong. Terima jadi pahlawan tapi terima juga kalau diserang karena enggak selamanya pahlawan itu ditandu, kadang kena tembak juga. Ya diterimalah. Jangan kekanakan begitu, pokoknya pahlawan itu jangan cengeng, kalau enggak salah itu hadapi,” kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (8/9/2017).

Selain itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah juga meminta dengan tegas agar Novel tidak mendorong atau memaksa Presiden Jokowi untuk membentuk tim yang didampingin oleh KPK. Seorang yang berani jadi pahlawan harus berani menerima pahit dan harus siap dihadapi.

“Jangan tepuk tangannya doang, hu-nya enggak diterima. Pahlawan itu ada tepuk tangan ada hu dan tersenyumlah di antara keduanya. Kalau saya, Novel dan KPK jangan kekanak-kanakan. Hukum lihatlah sebagai hukum,” kata Fahri.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menerima permohonan Rina Emilda yang merupakan istri Novel Baswedan untuk bertemu dengan Presiden terkait perkara yang dialami oleh penyidik KPK tersebut. (***)

Komentar ANDA?