NTT Jangan Lagi Dijuluki Provinsi Miskin dan Bodok

0
371
Foto: Cawagub NTT, Yosef Nae Soi ketika menyampaikan visi, misi dan program kerja paket Victory-Joss saat kampanye terbatas di desa Warupele 1 Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, 18 April 2018

NTTsatu,com – BAJAWA – Calon wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Yosef Nae Soi yang berpasangan dengan calon gubernur Viktor Laiskodat yang populder dengan sandi politik Victory-Joss menegaskan, paket ini sudah bertekad bulat untuk segera membebaskan NTT dari berbagai stigma buruk selama ini yakni provinsi miskin, bodok dan terkorup.

“Kita malu karena dijuluki sebagai provinsi miskin, bodok dan terkorup di Indonesia. Saya dan Viktor Laiskodat mempunyai banyak strategi untuk bisa membebaskan daerah ini dari aneka stigma  buruk, jika dipercayakan masyarakat NTT untuk memimpin daerah ini lima tahun ke depan. Kami sudah bertekad  bulat untuk harus membebaskan daerah ini secepatnya agar tidak lagi memalukan di tingkat nasional,” kata Nae Soi dalam kampanye terbatas di desa Warupea 1, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Rabu, 18 April 2018 malam.

Menurut Yosef dia bersama Viktor sudah menyusun visi dan misi serta program kerja untuk menjawabi visi dan misi tersebut. Karena itu dihadapan ratusan warga Waupele I dan  sekitarnya, dia meminta dukungan agar bisa bersama Viktor Liaskodat membangun daerah ini degan baik.

“Kami mempunyai program yang sangat jelas dan ditunjang dengan jaringan kami yang cukup luas baik dalam maupun luar negeri sehingga kita akan dengan mudah membangun daerah ini dengan baik dan cepat,” tegasnya.

Dia mengatakan, dimana-mana mereka berdua menyatakan akan menyelesaikan masalah infrastruktur jalan yang menjadi keluhan masyarakat NTT yang didatangi di seluruh wilayah NTT selama ini. Persoalan jalan menjadi sangat serius karena jalan akan sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan sektor lainnya.

“Ketika kami menyatakan bahwa infrastktur jalan ini akan diselesaikan selama tiga tahun dengan dana sebesar Rp 5 triliun, banyak yang  mencibir. Mereka mencibir karena mereka tidak tahu dari mana mendapatkan uang untuk membangun infratruktur jalan tersebut dalam waktu tiga tahun,” katanya.

Yosef membeberkan, ada regulasi memungkinkan pemerintah bisa meminjam uang dari pihak ketiga. Dan mereka sudah membangun komunikasi dengan Bank Artha Graha yang siap membantu meminjamkan dana sebesar itu untuk pembangunan jalan.

“Viktor Liaskodat itu memiliki saham sebesar 30 persen pada Bank Artha Graha yanf saat ini sudah memiliki aset sebear Rp 2,000 triliun. Viktor sudah melakukan pembicaraan dengan manajemen Bank itu dan mereka sudah siap kalau kami berdua dipercayakan memimpin NTT lima tahun ke depan,” tegasnya.

Dalam kamanye terbatas itu, Yosef memberikan apresiasi yang besar kepada pernyataan sikap dan hati masyarakat Waupele 1 yang akan memberikan dukungan penuh kepada paket Victory-Joss.

“Mereka sudah dengan tegas menyatakan, selama ini mereka bersama Marianus Sae, namun karena dia sedang terjerat masalah hukum maka mereka mengalihkan dukungan itu kepada kami berdua,” paparnya.

Dalam kampanye terbatas itu, Yosef didampingi Kristo Blasin selaku ketua tim pengarah pasangan Victory-Joss, Ketua DPD Partai Golkar NTT Melki Laka Lena, Ketua DPD Partai Hanura Refafi Gah dan Bendahara DPW PPP NTT Megasari. (bp)

Komentar ANDA?