NTT Masih Menyimpan Masalah dan Harus Ditangani Dengan Baik

0
883

NTTsatu.com — LARANTUKA –– Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan bahwa sekian lama kondisi Nusa Tenggara Timur sangat bermasalah. Hal ini diungkapkan Gubernur saat menggelar rapat kerja di Kabupaten Flores Timur, yang berlangsung di Desa Titihena, Senin 27/07/2020.

“Pertaniannya bermasalah, Peternakan, Perikanan, infrastruktur, Air dan juga listriknyapun bermasalah. Semuanya bermasalah. Pertanyaannya sederhana saja, bagaimana cara pemerintah memecahkan masalah ini,” kata VBL.

Menurutnya, dengan segala keterbatasan baik waktu maupun dana, maka hal utama yang harus dilakukan adalah kerja secara fokus.

Laiskodat menambahkan bahwa jika semuanya harus diselesaikan dengan berbagai keterbatasan, maka mustahil untuk bisa berhasil. Menurutnya pemimpin hanya mempunya batas waktu lima tahun, apalagi dengan NTT yang tingkat pendapatannya terbatas.

Menurut orang nomor satu di NTT ini, sekian lama pemerintah berusaha untuk menyelesaikan segala permasalahan, akibatnya tidak ada yang berhasil. Hal ini dibuktikan dengan kondisi NTT yang masih tetap berada pada urutan ketiga Provinsi termiskin di Indonesia. Oleh karenanya dengan Pariwisata sebagai penggerak utama pembangunan, maka sektor Ekonomi, Kesehatan dan Pendidikan menjadi prioritas.

Menurut mantan Anggota DPR RI, Desa harus menjadi prioritas, karena banyak masalah yang timbul dari tingkat Desa. Menurutnya desain pembangunan harus sejalan, mulai dari tingkat Desa sampai ke tingkat Pusat, semuanya harus bersinergi.

Disini peran dari Kepala Desa sangat penting. Kepala Desa harus bisa mendata secara baik tentang kehidupan masyarakatnya serta potensi apa saja yang bisa diolah untuk kesejahteraan masyarakat desa.

Dalam bidang pertanian, harusnya kepala desa bisa mendata potensinya apa, siapa yang mengerjakan, makan minum mereka seperti apa, pendidikan serta kesehatannya bagaimana.

“Jadi data itu sangat penting, karena kerja tanpa data berarti kerja tanpa pengetahuan. Dan kerja tanpa pengetahuan berarti hasilnya penuh dengan ketidaktahuan,” tagas Gubernur.

Untuk masalah kesehatan, Gubernur sangat menaruh perhatian pada persoalan Stunting di Desa.

“Dalam pemerintahan saya, maka persoalan Stunting tahun depan akan zero (0%), khusus bagi yang lahir baru.  Sekali lagi Kepala Desa harus mendata jumlah ibu hamil di tingkat desa, khususnya bagi ibu hamil yang tidak mampu untuk memberi asupan gizi pada bayi yang dikandungnya. Jika data ini ada dan jelas, maka pemerintah akan memberi bantuan dan bimbingan kepada ibu hamil tersebut, sampai bayi yang dikandungnya berusia 5 tahun, sehingga generasi yang dilahirkannya tidak Stunting,” lanjut Gubernur.

Sedangkan untuk masalah infrastruktur khusus jalan provinsi, Gubernur sangat optimis bisa selesai dikerjakan. Khusus masalah infrastruktur jalan, khususnya jalan Provinsi, pasti akan selesai sebelum akhir masa jabatannya.

Sementara itu Bupati Flores Timur dalam sambutannya mengatakan bahwa visinya bersama Wakil Bupati adalah Desa Membangun, Kota Menata Untuk Kesejahteraan Masyarakat.
Dengan Misi antara lain: Selamatkan orang muda Flotim, Selamatkan infrastruktur, Selamatkan tanaman rakyat Flotim dan juga Selamatkan laut Flores Timur.

Turut hadir pada kesempatan ini, beberapa Anggota DPRD Provinsi NTT, beberapa Kepala Dinas lingkup Pemprov. NTT, Staf Khusus Gubernur, dan juga pimpinan SKPD, Forkompinda, Guru, Tenaga Medis, Camat dan juga Kepala Desa Tingkat Kabupaten Flores Timur. (hms ntt)

Komentar ANDA?